Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Sawah Pasaman Barat Pulih, 172 Hektare Selesai

Pemkab Pasaman Barat menyelesaikan perbaikan 172 hektare sawah rusak ringan di Ranah Batahan dan Talamau agar ekonomi petani pulih.

Rehab sawah pascabencana (Ruyat Supriazi)
Rehab sawah pascabencana (Ruyat Supriazi)

PASAMAN BARAT, Selasa, 26 Mei 2026, 11.30 WIB — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyatakan perbaikan 172 hektare sawah rusak ringan akibat bencana selesai dikerjakan di Ranah Batahan dan Talamau, sehingga petani dapat kembali menyiapkan musim tanam dan memulihkan pendapatan keluarga.

Perbaikan dilakukan secara swakelola pada dua kecamatan. Rinciannya, 95 hektare berada di Kecamatan Ranah Batahan pada lima kelompok tani, sedangkan 77 hektare lainnya berada di Kecamatan Talamau pada tiga kelompok tani.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, menyebut pekerjaan mencakup konstruksi fisik, jaringan irigasi menuju sawah, olah lahan, serta tambahan benih. Biaya optimalisasi lahan disebut Rp 5.500.000 per hektare dengan total sekitar Rp 998,46 juta.

Baca Juga:  Padang Mulai Rehabilitasi Sawah Pascabanjir

Afdal, Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat, “Kita berkomitmen menyelesaikan rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana alam sehingga ekonomi warga dapat pulih kembali.”

Pemulihan lahan ini penting bagi petani karena sawah menjadi sumber pendapatan utama di banyak nagari. Bantuan benih 25 kilogram per hektare juga telah disalurkan agar petani tidak menanggung seluruh biaya awal produksi setelah lahan diperbaiki.

Baca Juga:  Harga Beras Tinggi, Pendapatan Petani Justru Rendah

Kerusakan sawah di Pasaman Barat berkaitan dengan bencana alam akhir November 2025 yang membawa banjir dan lumpur ke lahan pertanian. Sebelumnya, pemerintah daerah juga mengusulkan tambahan rehabilitasi untuk lahan sawah rusak sedang, rusak berat, dam parit, dan jaringan irigasi tersier.

Pemkab Pasaman Barat menyiapkan lanjutan pembangunan dam parit dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier. Petani diimbau berkoordinasi dengan penyuluh dan kelompok tani agar jadwal olah lahan, benih, dan kebutuhan air dapat disesuaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *