BANDA ACEH — Pemerintah Aceh menyatakan pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi telah mencapai 99 persen. Dari target 20.797 unit, sebanyak 20.715 unit hunian sementara telah diselesaikan.
Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun menyampaikan perkembangan tersebut dalam rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra di Banda Aceh, Jumat, 24 Juli 2026.
Setelah pembangunan hunian sementara hampir selesai, pemerintah mulai mengalihkan perhatian pada penyediaan hunian tetap. Namun, realisasi pembangunan hunian tetap masih berada pada angka 3,6 persen.
Sebanyak 397 unit hunian tetap telah dibangun dari total kebutuhan yang diperkirakan mencapai 37.107 unit. Angka tersebut menunjukkan masih besarnya pekerjaan yang harus diselesaikan untuk memastikan keluarga terdampak memperoleh tempat tinggal permanen.
Selain sektor perumahan, pemulihan jaringan transportasi juga terus dilakukan. Pemerintah mencatat 46 ruas jalan nasional dan 23 jembatan telah dapat digunakan dalam kondisi darurat.
Untuk jalan daerah, sebanyak 1.543 dari total 1.638 ruas jalan yang terdampak telah kembali difungsikan. Pemulihan akses jalan diperlukan agar mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, kegiatan pendidikan, dan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan.
Dari sisi anggaran, realisasi Transfer ke Daerah untuk penanganan bencana pada 2026 tercatat sekitar Rp146,73 miliar. Nilai tersebut setara dengan 17,8 persen dari pagu sebesar Rp824,82 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk 766 paket kegiatan. Sebanyak 353 paket atau sekitar 46,1 persen telah memasuki tahap pekerjaan fisik di lapangan.
Pemerintah Aceh bersama sepuluh kementerian dan lembaga juga mengidentifikasi kebutuhan 2.537 paket kegiatan dengan nilai sekitar Rp5 triliun. Sementara itu, pendanaan yang telah berjalan tercatat sekitar Rp2,07 triliun atau 41,48 persen dari kebutuhan tersebut.
Pemerintah Aceh mengusulkan tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Usulan lainnya mencakup percepatan pemulihan konektivitas dan penanganan sepuluh ruas jalan prioritas di kabupaten dan kota terdampak.
Ruas prioritas tersebut berada di Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Besar, Aceh Jaya, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur.
Percepatan pembangunan hunian tetap menjadi bagian penting dalam pemulihan jangka panjang. Selain menyediakan tempat tinggal yang aman, pembangunan perlu memperhatikan akses air bersih, sanitasi, sekolah, fasilitas kesehatan, dan sumber penghidupan masyarakat.







