Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

MTQ Nasional XXXI Dimulai Hari Ini, Aceh Kirim 58 Peserta dan Bersiap Jadi Tuan Rumah 2028

MTQ Nasional XXXI dimulai 11 September 2026 di Semarang. Aceh mengirim 58 peserta dan bersiap menjadi tuan rumah MTQ Nasional 2028.

MTQ Nasional 2026 Aceh
MTQ Nasional 2026 Aceh

SEMARANG — Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI Tahun 2026 mulai berlangsung pada Jumat, 11 September 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Ajang tingkat nasional tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 20 September dan diikuti kafilah dari seluruh provinsi di Indonesia.

Rangkaian MTQ Nasional melibatkan sekitar 8.000 peserta dan unsur pendukung dari 38 provinsi. Pembukaan dan penutupan dipusatkan di kawasan Simpang Lima Semarang, sedangkan sejumlah cabang lomba dilaksanakan di beberapa lokasi yang telah disiapkan panitia.

Bagi Aceh, MTQ Nasional tahun ini memiliki arti ganda. Selain mengejar prestasi pada ajang 2026, Aceh juga sedang mempersiapkan diri menuju peran sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2028.

Kafilah Aceh yang telah dilepas Pemerintah Aceh terdiri atas 58 peserta, 14 pelatih, dan sembilan official, dengan total 81 orang. Pemerintah daerah menyebut Aceh memenuhi kuota peserta untuk seluruh cabang yang diperlombakan.

Baca Juga:  Gubernur Aceh Ultimatum Tambang Ilegal, Tenggat 2 Pekan

Plt Sekda Aceh Taufik meminta para peserta menjaga kesehatan, stamina, perilaku, dan nama baik daerah selama kompetisi. Kafilah juga diharapkan dapat tampil optimal setelah menjalani rangkaian pemusatan latihan dan persiapan.

Ketua Harian LPTQ Aceh Hajarul Akbar sebelumnya menilai pembinaan kafilah perlu dilakukan secara lebih serius dan terarah. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan di tingkat nasional membutuhkan proses latihan yang panjang, tidak hanya persiapan menjelang keberangkatan.

Pengalaman Aceh meraih peringkat keempat pada MTQ Nasional 2003 menjadi salah satu rujukan dalam pembahasan pola pembinaan. Saat itu, masa training disebut berlangsung hingga sekitar delapan bulan.

Persiapan jangka panjang menjadi semakin relevan karena Aceh diproyeksikan menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 2028. Pemerintah Aceh dan LPTQ perlu menggunakan pengalaman di Semarang bukan hanya untuk mengevaluasi hasil lomba, tetapi juga untuk membaca kebutuhan penyelenggaraan, kualitas venue, sistem penjurian, akomodasi, transportasi, dan pelayanan peserta.

Baca Juga:  PT PEMA Bangun Pabrik Ikan, Dorong Ekonomi Aceh

MTQ Nasional XXXI juga menjadi ruang pertemuan besar bagi peserta dari berbagai daerah. Cabang yang dilombakan tidak hanya tilawah, tetapi juga mencakup hafalan, qiraat, pemahaman Al-Qur’an, kaligrafi, dan sejumlah kategori lain sesuai ketentuan penyelenggara.

Provinsi-provinsi di Sumatera mengirimkan kafilah masing-masing. Sumatera Utara, misalnya, sebelumnya melepas 90 orang dalam kontingen yang akan mengikuti MTQ Nasional 2026 dan menargetkan peningkatan prestasi dibanding hasil MTQ Nasional 2024.

Lampung juga mempersiapkan kafilah melalui beberapa tahap training center. Kanwil Kemenag Lampung sebelumnya menyebut ajang di Semarang akan diikuti ribuan peserta dari seluruh provinsi dan menjadi salah satu agenda keagamaan nasional terbesar tahun ini.

Sejumlah lokasi lomba yang sebelumnya diumumkan antara lain Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Aula Masjid Baiturrahman, Studio Kreasi BPVP Kementerian Ketenagakerjaan, dan Rumah Dinas Wali Kota Semarang. Penggunaan beberapa venue memungkinkan berbagai cabang berjalan dalam periode yang sama.

Baca Juga:  Bayi Baru Lahir Ditemukan di Pondok Desa Blang Keude, Bireuen

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti perkembangan MTQ, hasil perlombaan dan jadwal cabang sebaiknya dipantau melalui kanal resmi panitia, Kementerian Agama, LPTQ, dan pemerintah provinsi masing-masing. Jadwal teknis dapat berbeda antarcabang dan dapat mengalami penyesuaian selama pelaksanaan.

Untuk Aceh, perhatian tidak hanya tertuju pada jumlah medali atau peringkat akhir. Evaluasi pembinaan, kesiapan mental peserta, serta pengalaman organisasi dari MTQ Nasional 2026 akan menjadi modal penting menuju penyelenggaraan 2028.

Dengan dimulainya MTQ Nasional XXXI pada 11 September, persaingan antarkafilah resmi memasuki tahap pelaksanaan. Aceh membawa 58 peserta untuk berlaga, sekaligus membawa kepentingan jangka panjang untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah dua tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *