Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Petani Naga Juang Gagal Tanam Dua Musim

Lahan padi masih tertimbun pasir dan batu pascabanjir

Pertanian Indonesia (Tom Fisk)
Pertanian Indonesia (Tom Fisk)

MANDAILING NATAL, Senin, 27 April 2026 10.30 WIB — Petani di Desa Sayur Matua, Kecamatan Naga Juang, Mandailing Natal, masih menunggu perbaikan lahan padi yang tertimbun material banjir sejak November 2025, sehingga sebagian warga kehilangan dua musim tanam.

Sekitar 10 hektare lahan padi di kawasan Saba Lama dilaporkan masih tertutup pasir, batu, dan potongan kayu yang terbawa luapan Sungai Aek Namora. Kondisi itu membuat lahan belum dapat diolah meski masa tanam sudah terlewati.

Laporan lapangan menyebut sekitar 30 petani terdampak langsung karena sawah tidak dapat digarap. Sebagian warga sebelumnya menggantungkan pendapatan keluarga dari padi, sehingga kerusakan lahan memengaruhi belanja rumah tangga dan kebutuhan sekolah anak.

Baca Juga:  Tapsel Percepat Hunian, Pengungsi Makin Berkurang

Perwakilan petani Desa Sayur Matua, “Kami sudah dua kali musim tanam tidak bisa mengolah sawah karena lahan masih tertimbun material banjir.”

Upaya normalisasi Aek Namora dan perbaikan areal persawahan pernah disampaikan pemerintah daerah setelah bencana. Camat Naga Juang Rahmat Riski Ramadhan juga berharap pengerukan dan perbaikan sawah dapat segera selesai agar petani kembali beraktivitas.

Baca Juga:  BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat 12–13 September, Sejumlah Daerah Siaga

Dampak yang paling terasa adalah putusnya siklus produksi lokal. Bila sawah tidak segera dibersihkan, petani berpotensi kehilangan musim tanam berikutnya dan harus mencari pendapatan alternatif, termasuk buruh harian atau pekerjaan nonpertanian.

Apa berikutnya, Pemkab Mandailing Natal perlu memperjelas jadwal pembersihan, verifikasi penerima bantuan, serta kebutuhan alat berat di lokasi. Warga diminta mendata kerusakan lahan secara kolektif melalui pemerintah desa agar pengajuan bantuan lebih mudah diverifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *