JAMBI – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI memperkuat pembangunan jaringan irigasi air tanah di Provinsi Jambi untuk mendukung pasokan air bagi lahan pertanian yang masih bergantung pada hujan.
Sebanyak 30 titik Jaringan Irigasi Air Tanah atau JIAT telah diselesaikan. Pada 2026, BWS Sumatera VI merencanakan penambahan 22 titik baru.
Pembangunan tersebut tersebar di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Sarolangun, Bungo, Tebo, Muaro Jambi, dan Kerinci.
JIAT dirancang untuk membantu lahan pertanian yang menghadapi keterbatasan sumber air permukaan. Dengan dukungan jaringan air tanah, pasokan air diharapkan lebih terjaga ketika curah hujan menurun.
Selain jaringan irigasi air tanah, pemerintah juga mengembangkan infrastruktur penampungan air. Salah satunya Embung Purwodadi di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
BWS Sumatera VI juga terlibat dalam pembangunan Daerah Irigasi Batang Asai di Kabupaten Sarolangun. Proyek tersebut memiliki anggaran sekitar Rp57,5 miliar dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Penguatan jaringan irigasi menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Infrastruktur air juga dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap kondisi curah hujan yang berubah sepanjang tahun.






