MEDAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mencatat sebanyak 307 rumah mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda Kota Medan, Sumatera Utara.
Data tersebut merupakan hasil pendataan terbaru setelah cuaca ekstrem terjadi pada Selasa malam, 18 Agustus 2026. BPBD Medan masih melakukan pendataan terhadap warga dan bangunan yang terdampak.
Di tengah proses pemulihan, bantuan pangan mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak. PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara melalui UP3 Medan menyalurkan bantuan kepada warga di Kecamatan Medan Johor.
Bantuan yang diberikan meliputi sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, tepung, dan telur. Penyaluran melibatkan jajaran PLN UP3 Medan bersama Yayasan Baitul Maal PLN, Srikandi PLN, serta Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati PLN.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Rizky Mochamad mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian pegawai kepada warga yang terdampak bencana.
Bantuan pangan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama proses pemulihan setelah kejadian cuaca ekstrem.
BPBD Medan sebelumnya terus memperbarui jumlah rumah terdampak seiring proses verifikasi di lapangan. Data terakhir yang disampaikan mencatat jumlah rumah rusak telah mencapai 307 unit.
Cuaca ekstrem menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai masyarakat di kawasan perkotaan karena dapat menyebabkan kerusakan bangunan, pohon tumbang, hingga gangguan terhadap aktivitas sehari-hari.
Masyarakat perlu mengikuti informasi cuaca dan peringatan yang disampaikan pemerintah serta lembaga terkait, terutama ketika terjadi peningkatan potensi hujan lebat dan angin kencang.
Penanganan pascabencana di Medan saat ini mencakup pendataan kerusakan sekaligus dukungan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Data kerusakan dapat kembali berubah mengikuti hasil verifikasi lanjutan di lapangan.






