Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Keterisian Penerbangan Umrah Langsung Aceh-Jeddah Capai 100 Persen hingga Agustus

Garuda Indonesia mencatat 3.270 jamaah telah menggunakan penerbangan umrah langsung dari Banda Aceh sejak rute dibuka pada akhir Juni 2026.

Penerbangan umrah Aceh Jeddah
Penerbangan umrah Aceh Jeddah

ACEH BESAR — Tingkat keterisian penerbangan langsung jamaah umrah dari Aceh menuju Arab Saudi mencapai 100 persen untuk periode Juni hingga Agustus 2026.

Garuda Indonesia Perwakilan Aceh mencatat tingginya keterisian terjadi pada rute langsung dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar menuju Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah.

General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh Jufriandi menyebut keterisian penerbangan hingga Agustus telah mencapai kapasitas penuh.

Sementara untuk periode September hingga Oktober 2026, rata-rata keterisian yang tercatat telah mencapai sekitar 85 persen.

Baca Juga:  Bustami Hamzah dan Kontroversi IUP di Aceh

Sejak penerbangan langsung tersebut dimulai pada 29 Juni 2026, sebanyak 3.270 jamaah telah diberangkatkan dari Aceh menuju Arab Saudi.

Pada penerbangan Rabu, 26 Agustus 2026, sebanyak 360 jamaah kembali diberangkatkan. Penerbangan itu merupakan perjalanan umrah langsung kesembilan sejak rute tersebut mulai beroperasi.

Garuda menggunakan pesawat Airbus A330-900 dengan konfigurasi 360 kursi kelas ekonomi untuk melayani rute tersebut.

Penerbangan dari Aceh menuju Jeddah menggunakan nomor penerbangan GA970, sedangkan rute kembali menggunakan GA971.

Baca Juga:  Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA Fokus Berantas Tambang Ilegal

Rute langsung tersebut memberikan pilihan perjalanan bagi masyarakat Aceh yang sebelumnya dapat melakukan perjalanan melalui bandara penghubung sebelum menuju Arab Saudi.

Tingginya tingkat keterisian menunjukkan adanya permintaan yang kuat terhadap layanan penerbangan umrah langsung dari Aceh.

Selain mempersingkat rangkaian perjalanan, layanan langsung juga memudahkan perusahaan perjalanan dan pihak terkait dalam mengatur keberangkatan jamaah dalam satu rute internasional dari Bandara Sultan Iskandar Muda.

Baca Juga:  Nelayan Kurangi Melaut, Harga Ikan Naik di Aceh Singkil

Garuda berharap agen perjalanan umrah dan masyarakat Aceh terus memanfaatkan layanan penerbangan langsung tersebut.

Keberadaan rute internasional juga memiliki arti penting bagi konektivitas Aceh. Bandara Sultan Iskandar Muda dapat berfungsi tidak hanya sebagai pintu masuk penerbangan domestik, tetapi juga melayani perjalanan internasional dengan permintaan yang berasal langsung dari masyarakat daerah.

Dengan keterisian September dan Oktober yang telah mencapai rata-rata 85 persen, permintaan penerbangan langsung Aceh-Jeddah diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *