GAYO LUES – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh membangun fondasi bored pile di Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, sebagai bagian dari upaya mencegah longsor kembali pada lereng sungai yang berdekatan dengan badan jalan.
Fondasi tersebut ditanam hingga kedalaman 15,5 meter pada 104 titik. Pekerjaan dilakukan karena kawasan tersebut menghadapi risiko longsor, terutama ketika curah hujan tinggi meningkatkan tekanan pada lereng di sekitar ruas jalan.
Pembangunan fondasi menjadi salah satu bentuk penanganan fisik terhadap infrastruktur transportasi di Gayo Lues setelah sejumlah wilayah Aceh menghadapi dampak bencana hidrometeorologi. Keandalan jalan menjadi penting karena akses darat berperan dalam mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta konektivitas antarkawasan di wilayah pegunungan.
Gayo Lues sebelumnya juga termasuk dalam tujuh kabupaten di Aceh yang mendapat perhatian khusus dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Selain Gayo Lues, daerah yang tercatat dalam kelompok tersebut antara lain Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya.
Pemasangan bored pile di Singah Mulo menunjukkan bahwa tahap pemulihan mulai menyentuh penanganan teknis pada titik-titik infrastruktur yang memiliki kerentanan spesifik. Tantangan berikutnya adalah memastikan pekerjaan dapat mempertahankan akses jalan sekaligus mengurangi risiko gangguan kembali ketika intensitas hujan meningkat.
BPJN Aceh belum merinci dalam informasi yang tersedia mengenai jadwal penyelesaian keseluruhan pekerjaan tersebut.
Informasi mengenai 104 titik dan kedalaman 15,5 meter berasal dari laporan ANTARA mengenai pekerjaan BPJN Aceh.






