Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Tambak Pariaman Masih Tertimbun Lumpur, KKP Diminta Bantu

Puluhan tambak ikan di Pariaman belum pulih setelah banjir akhir 2025. Pemkot meminta dukungan alat berat, biaya rehabilitasi, dan bibit.

Tambak Ikan Pariaman
Tambak Ikan Pariaman

PARIAMAN – Sejumlah tambak ikan di Kota Pariaman, Sumatera Barat, masih belum dapat beroperasi normal karena tertutup material lumpur akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025.

Pemerintah Kota Pariaman kini mengupayakan pembukaan kembali tambak tersebut dan meminta dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Zainal, mengatakan tim KKP telah melakukan survei terhadap tambak terdampak sekitar sepekan sebelumnya.

Baca Juga:  Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Dimulai di Padang Pariaman

Salah satu kawasan yang masih membutuhkan penanganan berada di Kecamatan Pariaman Selatan. Sebelum bencana, kawasan itu memiliki 23 kolam budidaya dengan luas keseluruhan sekitar satu hektare.

Pembudidaya telah mencoba membersihkan tambak secara swadaya menggunakan peralatan yang tersedia. Namun, baru dua kolam yang berhasil dibuka kembali. Pemerintah kota karena itu mengusulkan bantuan pembiayaan dan ekskavator mini untuk mempercepat pembersihan material.

Baca Juga:  KNMP Lampung Timur Rampung, Nelayan Tunggu Manfaat

Pemkot juga mengusulkan agar pekerjaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan pembudidaya setempat sehingga proses rehabilitasi sekaligus dapat memberikan pekerjaan kepada masyarakat terdampak.

Selain pemulihan kolam, dukungan bibit ikan juga dibicarakan dengan KKP. Pemerintah daerah menyatakan bibit dapat disediakan dari Pariaman sehingga tidak harus didatangkan dari daerah lain.

Data pemerintah daerah mencatat sedikitnya 19 pelaku usaha perikanan budidaya yang tersebar di 15 desa dan kelurahan terdampak bencana akhir tahun lalu. Kerusakan fasilitas dan hilangnya komoditas budidaya menyebabkan kerugian sektor perikanan diperkirakan mendekati Rp1 miliar.

Baca Juga:  Pemadaman Listrik Aceh Akibat Tower 150 kV Arun–Bireuen Roboh

Pemulihan tambak menjadi penting karena bukan hanya menyangkut perbaikan infrastruktur, tetapi juga pemulihan sumber pendapatan pembudidaya setelah bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *