ACEH TENGGARA – Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan dana tanggap bencana sekitar Rp120 miliar untuk pembangunan Jembatan Lawe Penanggalan di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.
Jembatan tersebut dibangun secara permanen dan pengerjaannya dipercayakan kepada PT Hutama Karya. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Minggu (23/8/2026), proyek ditargetkan rampung pada November 2026.
Pembangunan Jembatan Lawe Penanggalan berlangsung di tengah penanganan sejumlah infrastruktur terdampak bencana di wilayah Aceh Tenggara.
Pada hari yang sama, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh juga melaporkan penanganan jalan amblas di Desa Safedinir, Kecamatan Ketambe. Jalan sepanjang sekitar satu kilometer di lokasi tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat longsor. Penanganannya mencakup pembangunan jalan dan dinding penahan tanah.
Penanganan infrastruktur juga dilakukan pada jalur lain di kawasan pedalaman Aceh. Di Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, BPJN Aceh membangun fondasi bored pile untuk mengurangi risiko longsor pada lereng sungai. Fondasi tersebut ditanam hingga kedalaman 15,5 meter pada 104 titik.
Rangkaian pekerjaan itu menunjukkan bahwa pemulihan akses jalan dan jembatan masih menjadi bagian dari penanganan pascabencana di kawasan tengah dan tenggara Aceh.
Untuk Jembatan Lawe Penanggalan, informasi yang tersedia sejauh ini memastikan tiga hal utama, yakni nilai dana sekitar Rp120 miliar, pembangunan dalam bentuk jembatan permanen, serta target penyelesaian pada November.
Belum ada rincian teknis lebih lanjut dalam sumber utama mengenai panjang jembatan, lebar struktur, maupun persentase progres konstruksi. Karena itu, angka tersebut tidak dimasukkan dalam pemberitaan ini.






