LANGSA — Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyiapkan anggaran Rp750 juta untuk pembangunan kanal banjir di Desa Meurandeh Tengoh, Kecamatan Langsa Lama.
Anggaran tersebut berasal dari dana Transfer ke Daerah atau TKD. Pembangunan kanal ditempatkan sebagai salah satu upaya mitigasi banjir di kawasan yang dinilai memiliki risiko genangan.
Meurandeh Tengoh menjadi salah satu lokasi prioritas karena berada dekat dengan sungai dan kerap mengalami banjir.
Keberadaan kanal diharapkan mendukung penanganan aliran air di kawasan tersebut, terutama ketika debit air meningkat. Pembangunan infrastruktur pengendali banjir menjadi penting bagi kawasan permukiman yang berdekatan dengan badan sungai.
Namun, keterangan yang tersedia belum merinci panjang dan dimensi kanal, jadwal penyelesaian pekerjaan, maupun cakupan permukiman yang akan dilayani.
Detail teknis tersebut penting untuk melihat seberapa besar kapasitas kanal dalam mendukung sistem pengendalian banjir di Meurandeh Tengoh.
Banjir menjadi persoalan yang membutuhkan kombinasi antara pembangunan saluran, pemeliharaan drainase, pengelolaan aliran sungai, serta pengendalian pemanfaatan ruang.
Pembangunan kanal di Langsa Lama menjadi salah satu intervensi fisik yang perlu dipantau setelah selesai untuk melihat pengaruhnya terhadap frekuensi dan durasi genangan di kawasan sekitar.






