PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melaporkan sekitar tujuh kilometer penanganan jalan provinsi telah rampung hingga 31 Agustus 2026. Pekerjaan tersebar di enam kabupaten dan mencakup rehabilitasi, pembangunan, rekonstruksi, pelebaran jalan, serta penyelesaian sebuah jembatan bailey.
Di Kabupaten Dharmasraya, rehabilitasi Ruas Simpang Koto Baru–Tanjung Simalidu atau P.011 telah selesai sepanjang 690 meter. Pemerintah provinsi juga mencatat rehabilitasi Ruas Tanjung Ampalu–Sijunjung atau P.008 di Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, rampung sepanjang 130 meter.
Porsi pekerjaan yang cukup panjang berada di Kabupaten Agam. Pelebaran dengan penambahan lajur pada Ruas Manggopoh–Padang Luar atau P.025 diselesaikan sepanjang 1.417 meter. Pekerjaan mencakup beberapa segmen di Nagari Koto Kaciak dan Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, serta Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matua.
Masih di Agam, pelebaran Ruas Padang Koto Gadang–Palembayan atau P.088 rampung sepanjang 875 meter. Selain itu, rekonstruksi Ruas Palupuh–Pagadih–Koto Tinggi atau P.090 selesai dengan panjang pengaspalan 1.081 meter di Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh.
Di Kabupaten Sijunjung, pembangunan Ruas Unggan–Pamusian–Tapi Selo atau P.106 rampung sepanjang 171 meter di Nagari Unggan, Kecamatan Sumpur Kudus. Sementara itu, di Kabupaten Pasaman Barat, pembangunan Ruas Sasak–Maligi atau P.033.2 selesai dengan pengaspalan sepanjang 450 meter, mulai STA 3+650 sampai STA 4+100 di Nagari Ranah Pasisia, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia.
Penanganan juga dilakukan di Kabupaten Solok Selatan. Pembangunan Ruas Abai Sangir–Sei Dareh atau P.056.3 telah rampung sepanjang 514 meter pada KM 219+200 hingga KM 219+714 di Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari.
Pada jaringan jalan yang sama, Pemprov Sumbar menyebut rehabilitasi Ruas Lubuk Malako–Abai Sangir atau P.056.2 dan Ruas Padang Aro–Lubuk Malako atau P.056.1 telah mencapai progres 100 persen. Panjang pekerjaan untuk dua ruas tersebut tidak dirinci dalam informasi resmi yang dipublikasikan.
Kabupaten Tanah Datar juga masuk dalam daftar lokasi pekerjaan. Penanganan dilakukan pada Ruas Guguk Cino–Sitangkai, tepatnya STA 7+000 hingga STA 7+308 di Jorong Lareh Nan Panjang, Nagari Atar, Kecamatan Padang Ganting.
Pekerjaan lain di Tanah Datar berada pada Ruas Batu Sangkar–Guguk Cino. Pengaspalan sepanjang 355 meter telah rampung dari STA 1+475 hingga STA 1+830 di Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Ameh.
Selain badan jalan, pemerintah provinsi menyelesaikan Jembatan Putih berupa jembatan bailey dengan bentang 42 meter pada Ruas Sitangkai–Tanjung Ampalu atau P.040. Jembatan tersebut berada di KM 134+400, Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar.
Pemprov Sumbar menyatakan pekerjaan tersebut menjadi bagian dari peningkatan kualitas jalan dan konektivitas antarwilayah. Penanganan dilakukan secara bertahap pada ruas yang membutuhkan rehabilitasi, pembangunan, atau peningkatan kapasitas.
Enam kabupaten yang disebut dalam laporan pemerintah provinsi adalah Dharmasraya, Sijunjung, Agam, Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Tanah Datar. Rincian panjang pada setiap segmen membantu masyarakat membedakan pekerjaan yang benar-benar telah selesai dari program jalan yang masih berlangsung.
Pemprov tidak menyebut seluruh jaringan jalan provinsi di enam kabupaten itu telah tuntas, melainkan sejumlah segmen penanganan yang mencapai penyelesaian sampai 31 Agustus.
Bagi masyarakat, angka sekitar tujuh kilometer juga merupakan akumulasi berbagai jenis penanganan dan tidak berarti satu ruas jalan baru sepanjang tujuh kilometer dibangun secara kontinu.
Pemerintah berharap perbaikan jaringan jalan membantu kelancaran akses masyarakat serta pergerakan orang dan barang. Informasi lanjutan mengenai pekerjaan lain, pemeliharaan berikutnya, atau kondisi ruas yang belum ditangani tetap perlu merujuk pada pembaruan resmi Pemprov Sumbar dan dinas teknis terkait.






