Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Pemerintah Tegaskan Komitmen di Tengah Pailitnya Pabrik Sritex

Kunjungan Kemnaker, Pemerintah Pastikan Dukungan pada Sritex

Ket foto: Tangis Buruh di Pabrik Sritex (Sumber Foto: Instagram/indotoday)
Ket foto: Tangis Buruh di Pabrik Sritex (Sumber Foto: Instagram/indotoday)

Nasional, Gema Sumatra – Pabrik raksasa tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk., atau Sritex, kini menghadapi status pailit setelah putusan Pengadilan Niaga Semarang.

Situasi ini menarik perhatian Kementerian Ketenagakerjaan, yang mengadakan kunjungan langsung ke fasilitas Sritex di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel (Noel) Ebenezer Gerungan menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk menjaga kelangsungan sektor tekstil.

Ia berkomitmen memastikan industri ini tetap bertahan meski menghadapi tantangan berat.

“Pemerintah hadir untuk memberikan kepastian bahwa pekerja dan pengusaha tidak berjalan sendirian dalam menghadapi situasi ini,” ungkap Noel dalam kunjungan tersebut.

Menurut Noel, pemerintah memahami dampak sosial yang signifikan dari status pailit Sritex, termasuk keresahan pekerja terkait keamanan kerja mereka.

Pemerintah tidak akan membiarkan industri tekstil melemah.

Baca Juga:  Penyakit Menular Tuberkulosis yang Masih Mengancam Dunia

Sektor ini sangat penting dalam menopang perekonomian dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Negara tidak boleh abai terhadap persoalan ini,” tegasnya.

Selain itu, Noel memberikan apresiasi terhadap komitmen dan semangat patriotik pekerja Sritex yang tetap optimistis dan menganggap PHK sebagai langkah terakhir.

Krisis yang di hadapi Sritex turut dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan baru yang memukul sektor tekstil.

Sritex, sebagai pemasok seragam militer dalam dan luar negeri, ikut merasakan dampak dari kebijakan tersebut.

Pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan berkoordinasi dengan manajemen Sritex.

Langkah ini bertujuan untuk mencegah PHK massal yang berpotensi berdampak pada ribuan pekerja.

Hal ini bertujuan untuk menjaga kestabilan ekonomi masyarakat sekitar dan menghindari krisis sosial di Sukoharjo.

Baca Juga:  Permintaan Transparansi Data Bansos Pangan oleh Pedagang Pasar di Tengah Tingginya Harga Beras

Di kutip dari data laporan keuangan yang di ajukan ke Bursa Efek Indonesia, Sritex mengalami kesulitan keuangan selama beberapa tahun terakhir.

Meski berstatus sebagai salah satu pabrik tekstil terbesar, perusahaan ini tidak luput dari dampak buruk kenaikan bahan baku, pelemahan nilai rupiah, dan penurunan ekspor​.

Demi meminimalisasi dampak pailit, pemerintah telah memantau dan mengupayakan dialog terbuka antara pengusaha dan pekerja.

Langkah ini diperlukan agar pihak-pihak yang terdampak langsung dapat memahami posisi dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mempertahankan operasional pabrik.

Direktur Utama Sritex, Iwan Setiawan Lukminto, menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga kelangsungan bisnis.

Ia juga menekankan komitmen perusahaan dalam menciptakan iklim kerja yang stabil dan aman bagi karyawan.

Baca Juga:  BBM non-subsidi turun; pemerintah buka skema pasok untuk swasta

Pengamat ekonomi tekstil, Dr. Lestari Nugroho, menekankan bahwa stabilitas sektor tekstil merupakan salah satu pilar penting dalam ekonomi daerah.

“Bila sektor ini goyah, dampaknya akan di rasakan hingga ke ekonomi rumah tangga di sekitar pabrik. Pemerintah harus hadir memastikan ada solusi agar industri tekstil dapat bertahan,” kata Dr. Lestari.

Keberlanjutan Sritex bukan hanya menjadi persoalan perusahaan, namun menyangkut ketahanan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pemerintah menegaskan bahwa kunjungan ini adalah bukti nyata komitmen negara untuk menjaga sektor industri tekstil.

Langkah ini di ambil agar industri penting ini tetap tumbuh meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sumatra di: Google News

Ikuti juga Sosial Media kami di Facebook dan Instagram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *