ACEH TAMIANG — Banjir kembali merendam sejumlah permukiman di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Senin, 12 Oktober 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan 18 desa di sembilan kecamatan terdampak setelah hujan deras menyebabkan aliran sungai meluap.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, menyampaikan bahwa wilayah terdampak meliputi Kecamatan Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, Bendahara, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Seruway, Rantau, dan Kota Kualasimpang. Tenggulun menjadi kecamatan dengan jumlah desa terdampak terbanyak, yakni lima desa.
Menurut laporan BPBD, hujan lebat sejak Minggu malam, 11 Oktober, meningkatkan debit sejumlah sungai. Kondisi tersebut disertai kerusakan tanggul pada beberapa lokasi sehingga air memasuki kawasan permukiman dan lahan pertanian.
Di Kecamatan Tamiang Hulu, warga Desa Rongoh dan Bandar Khalifah dilaporkan mengungsi ketika genangan mencapai sekitar satu hingga satu setengah meter. Sementara itu, akses menuju Desa Simpang Kiri di Kecamatan Tenggulun terganggu karena ruas jalan tidak dapat dilewati kendaraan.
Banjir juga mencapai kawasan Karang Baru dan Kualasimpang, termasuk Desa Sukajadi serta Tanjung Karang. Di Kecamatan Bendahara, tanggul sungai di Desa Marlempang dilaporkan jebol dengan lebar sekitar 30 meter dan mengakibatkan air menggenangi rumah serta lahan pertanian.
BPBD bersama unsur pemadam kebakaran dan tim SAR melakukan pemantauan lapangan, pendataan dampak, serta bantuan evakuasi. Penanganan tanggul yang rusak juga disiapkan untuk membatasi perluasan genangan.
Angka desa terdampak dan kondisi pengungsian merujuk pada laporan yang disampaikan Senin, 12 Oktober 2026. Perubahan situasi, termasuk jumlah warga mengungsi dan kondisi akses jalan, masih memerlukan pembaruan dari petugas setempat.
Keterangan gambar: Ilustrasi rumah yang terkena banjir, bukan foto kejadian di Aceh Tamiang. Foto: Wes Warren/Unsplash.
Sumber informasi: ANTARA Aceh, 12 Oktober 2026. Penulis: Dedek Lestari. Penyunting: Azlan Shah.






