Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Muara Enim 652 Rumah Terendam, Jalan Terganggu

Subuh diguyur hujan deras, ratusan rumah dan ruas jalan utama ikut tergenang

Banjir Muara Enim (Lâm Trần)
Banjir Muara Enim (Lâm Trần)

MUARA ENIM, Rabu, 15 April 2026, 15.00 WIB — Banjir merendam 652 rumah warga di Kelurahan Pasar II dan Air Lintang, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, setelah hujan deras sekitar empat jam. Genangan hingga 1 meter membuat aktivitas warga dan akses jalan utama terganggu.

Berdasarkan pendataan BPBD, banjir mulai masuk ke permukiman pada sekitar pukul 04.00 WIB, terutama di wilayah Pasar II dan Air Lintang. Selain rumah warga, ruas jalan utama di kawasan terdampak juga tergenang sehingga memperlambat mobilitas harian, termasuk warga yang hendak bekerja dan anak-anak yang berangkat sekolah.

Data sementara menunjukkan 450 kepala keluarga terdampak di Kelurahan Pasar II dan 202 kepala keluarga di Air Lintang. Ketinggian air dilaporkan bervariasi antara 60 sentimeter hingga 1 meter. BPBD menyebut tidak ada korban jiwa, tetapi genangan sempat menghambat aktivitas warga dan kendaraan yang melintas.

Baca Juga:  Tapteng Kebut Pemulihan Akses di Hutanabolon

Abdurrozieq Putra, Kepala BPBD Muara Enim, “Air banjir mulai masuk rumah warga subuh tadi sekitar pukul 04.00 WIB.” Sementara Doris, Kasi Kedaruratan BPBD Muara Enim, menjelaskan bahwa petugas mencatat ratusan rumah dan bangunan terdampak, dengan ketinggian air yang tidak merata di tiap titik.

Bagi warga, dampak utama bukan hanya genangan di dalam rumah, tetapi juga terganggunya rutinitas harian. Jalan yang terendam menyulitkan pergerakan ke pasar, kantor, dan sekolah. BPBD juga mengerahkan perahu fiber untuk membantu evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman serta membantu pembersihan sisa lumpur saat air mulai surut.

Baca Juga:  Pelalawan Masih Jadi Fokus Penanganan Karhutla

Banjir kali ini menambah daftar kejadian serupa di Muara Enim sepanjang awal 2026. Sejumlah wilayah di kabupaten ini sebelumnya juga mengalami banjir akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai. Untuk tahap lanjut, BPBD masih berada di lapangan guna pembersihan dan pemantauan genangan, sementara warga diminta tetap waspada bila hujan kembali turun dan segera melapor ke aparat kelurahan bila air naik lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *