ACEH TIMUR – Sebanyak 1.640 guru yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur menerima bantuan kemanusiaan dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia.
Bantuan disalurkan secara bertahap kepada guru di sejumlah kecamatan. Pada tahap pertama, bantuan diberikan kepada 627 guru yang berasal dari Kecamatan Pante Bidari, Madat, dan Simpang Ulim.
Ketua PGRI Aceh Timur Bustami mengatakan bantuan tersebut berasal dari donasi dan sumbangan guru dari berbagai daerah di Indonesia yang dihimpun melalui PB PGRI.
Secara keseluruhan, dana yang disiapkan mencapai Rp164,45 juta. Dana tersebut akan didistribusikan kepada seluruh guru terdampak yang telah masuk dalam pendataan.
PGRI Aceh Timur masih melanjutkan pendataan terhadap guru di kecamatan lain. Pendataan diperlukan agar penyaluran tahap berikutnya dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Bantuan tersebut diharapkan membantu meringankan kebutuhan guru setelah bencana. Banjir tidak hanya memengaruhi rumah dan harta benda, tetapi juga dapat mengganggu mobilitas guru serta kegiatan belajar mengajar di sekolah.
PGRI menyatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas keluarga besar guru di seluruh Indonesia. Dukungan diharapkan memberikan semangat kepada para tenaga pendidik untuk kembali menjalankan kegiatan pendidikan setelah kondisi memungkinkan.
Pemulihan sektor pendidikan memerlukan perhatian terhadap kondisi bangunan sekolah, akses menuju sekolah, ketersediaan perlengkapan belajar, serta keadaan guru dan peserta didik.
Pemerintah daerah, sekolah, dan organisasi profesi perlu terus memperbarui data kerusakan serta kebutuhan warga sekolah. Data yang akurat diperlukan agar bantuan tidak terkonsentrasi di satu wilayah dan dapat menjangkau tenaga pendidik lain yang belum menerima dukungan.







