[PEKANBARU, RIAU], Sabtu, 25 Oktober 2025, WIB — Tim Penetapan Harga Dinas Perkebunan Riau menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk periode 22–28 Oktober 2025: kemitraan plasma Rp 3.677,84/kg (umur 9 tahun sebagai acuan) dan kemitraan swadaya Rp 3.627,64/kg. Angka ini turun tipis dibanding pekan sebelumnya, mengikuti koreksi harga CPO dan inti sawit (kernel).
Rincian plasma (No. 38/2025) antara lain: umur 7 tahun Rp 3.630,44/kg; umur 8 tahun Rp 3.673,30/kg; umur 9 tahun Rp 3.677,84/kg; umur 10–20 tahun Rp 3.658,43/kg. Untuk swadaya, harga cangkang ditetapkan Rp 26,10/kg; sementara indeks K untuk formula satu bulan ke depan tercatat 92–93%. Sejumlah PKS yang tak bertransaksi mengacu pada rata-rata tim/KPBN sesuai Permentan 01/2018.
“Harga jual CPO pekan ini turun sekitar Rp 150/kg dan kernel turun lebih dari Rp 400/kg. Kondisi ini memengaruhi harga dasar TBS di tingkat petani,” kata Dr. Defris Hatmaja, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau. Ia mengimbau petani menjaga mutu panen (buah matang optimal, minim brondolan tercecer) agar potongan mutu tak menekan pendapatan.
Dampaknya, penerimaan petani plasma dan swadaya berkurang tipis pada minggu berjalan. Untuk kebun kecil dengan produktivitas 1,5–2 ton TBS/ha/bulan, koreksi sekitar 0,5–1% berarti selisih puluhan ribu rupiah per hektare per pekan. UMKM jasa angkutan TBS juga menyesuaikan biaya operasional, terutama di rute kebun–PKS.
Sebagai pembanding, pekan 15–21 Oktober harga plasma sempat menyentuh ±Rp 3.714/kg sebelum terkoreksi pada pekan berjalan. Volatilitas dipengaruhi sentimen pelemahan harga CPO global dan keterbatasan transaksi sebagian PKS di Riau. Disbun menegaskan penetapan dilakukan transparan melalui rapat bersama asosiasi petani, PKS, dan unsur penegakan hukum sebagai observer.
Langkah berikut, Disbun mendorong PKS memperluas serapan TBS petani swadaya saat panen raya mini agar antrean di ramp tidak menumpuk. Petani disarankan mengecek putusan harga resmi mingguan, menimbang opsi contract farming bila tersedia, dan meningkatkan praktik panen bersih untuk memperbaiki rendemen.






