Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Aceh Tengah Bangun Jembatan Darurat Apung Kala Ili

Akses lima kampung Mukim Wih Dusun Jamat mulai terbuka kembali

Jembatan darurat Kala Ili Aceh Tengah
Jembatan darurat Kala Ili Aceh Tengah

[ACEH TENGAH], Selasa, 6 Januari 2026, 09.30 WIB — Personel Polri, TNI, dan warga membangun jembatan darurat apung di Sungai Kala Ili, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, untuk memulihkan akses menuju Kemukiman Wih Dusun Jamat yang sempat terputus pascabanjir. Jembatan sementara ini membantu mobilitas, logistik, dan layanan harian warga.

Pembangunan jembatan darurat dilakukan secara gotong royong di Kampung Owaq, Kecamatan Linge. Jembatan apung tersebut dipakai sebagai solusi sementara agar aktivitas masyarakat kembali berjalan, sambil menunggu penanganan permanen dari pihak berwenang.

Dari keterangan yang dihimpun, jembatan darurat dirakit menggunakan material sederhana seperti drum dan kayu. Sejumlah laporan menyebut, untuk sementara kendaraan roda dua sudah dapat melintas, sehingga distribusi kebutuhan pokok ke kampung-kampung terdampak lebih mudah dibanding saat akses benar-benar terputus.

Baca Juga:  Akses Terputus Usai Banjir di Aceh Barat, Perbaikan Darurat Dijalankan

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengatakan, “Dengan adanya jembatan darurat ini, aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar setelah sebelumnya akses jalan terputus akibat banjir.”

Bagi warga di Mukim Wih Dusun Jamat, keberadaan jembatan darurat berarti jalur harian untuk sekolah, akses belanja kebutuhan pokok, serta pengiriman logistik kembali terbuka. Warga juga berharap mobilitas layanan publik—termasuk akses kesehatan—tidak lagi terkendala ketika debit sungai meningkat.

Baca Juga:  Aceh Utara Kembali Tanggap Darurat Banjir 10–24 Jan 2026

Sebagai latar belakang, jembatan utama Kala Ili dilaporkan putus akibat banjir bandang pada 26 November 2025 dan membuat beberapa kampung dalam mukim tersebut terisolasi. Setelah itu, warga sempat menggunakan rakit/getek maupun jembatan kayu, namun kondisi sungai yang kembali meluap membuat akses darurat tidak selalu bertahan.

Langkah lanjut yang diharapkan warga adalah pembangunan jembatan yang lebih kuat agar dapat dilalui kendaraan roda empat. Warga juga mengimbau pemantauan debit sungai dan kesiapsiagaan ketika hujan lebat, sambil menunggu keputusan penanganan dari instansi terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *