Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Arus Balik Mulai Puncak, Sumatra Disorot

Jalur Sumut hingga Sumbar jadi perhatian karena lalu lintas dan potensi cuaca

Arus balik Sumatra 2026 (Mikechie Esparagoza)
Arus balik Sumatra 2026 (Mikechie Esparagoza)

MEDAN, Jumat, 21 Maret 2026 22.00 WIB — Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi mulai Selasa, 24 Maret 2026, dengan Sumatra menjadi salah satu koridor yang disorot karena mobilitas antarkota, jalur wisata, dan potensi cuaca yang dapat mengganggu perjalanan warga.

Prediksi itu disampaikan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat memantau kesiapan mudik dan balik di Medan. Dalam keterangan Pemprov Sumut, arus mudik telah meningkat sejak 18 Maret dengan volume kendaraan naik 4,26 persen dibanding tahun lalu, sementara fatalitas kecelakaan dilaporkan turun 24,61 persen. Pada saat yang sama, Kementerian PU menegaskan jalan nasional telah disiapkan dengan posko dan respons cepat di titik rawan bencana.

Kapolri mengatakan pemudik perlu berhati-hati, memanfaatkan rest area dan pos terpadu untuk beristirahat, serta tidak terburu-buru di jalan. Ia juga meminta satuan tugas bencana mengantisipasi potensi banjir atau longsor pada jalur mudik dan balik. Dari sisi infrastruktur, Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar menyatakan jalan nasional dalam kondisi mantap dengan Disaster Relief Unit dan tim tanggap bencana di titik rawan.

Baca Juga:  Cuaca Medan Hari Ini: Sore Hujan Ringan, Malam Cerah

Sudut pandang Sumatra penting karena wilayah ini punya kombinasi jalur lintas provinsi, jalur wisata, serta ruas rawan bencana. Di Sumatera Barat, misalnya, Korlantas mencatat rekayasa satu arah Padang–Padang Panjang–Bukittinggi diberlakukan pada 22–24 Maret. Di Sumatera Utara, pemerintah daerah memetakan lintas barat, tengah, dan timur untuk menjamin kelancaran perjalanan. Artinya, warga Sumatra perlu membaca arus balik bukan sekadar isu nasional, tetapi langsung menyangkut keselamatan dan waktu tempuh mereka.

Baca Juga:  Logo Sumpah Pemuda 2025 Resmi Dirilis Kemenpora

Bagi pekerja, mahasiswa, dan pelaku usaha yang kembali lebih awal, kepadatan arus balik berpengaruh pada biaya perjalanan, distribusi barang, dan keandalan waktu tiba. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan skema Work From Anywhere pada 25–27 Maret dan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas sampai 29 Maret untuk mengurai kepadatan. Kebijakan ini relevan bagi koridor Sumatra yang banyak dilalui angkutan logistik dan kendaraan pribadi.

Baca Juga:  BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Provinsi di Sumatra

Apa berikutnya? Warga Sumatra yang akan kembali ke Medan, Pekanbaru, Palembang, Padang, dan kota-kota lain sebaiknya menghindari berangkat serempak pada jam puncak, memeriksa jalur alternatif, dan berhenti beristirahat bila lelah. Dengan arus balik yang mulai menanjak pada 24 Maret, faktor disiplin pengendara dan informasi cuaca akan menjadi penentu utama perjalanan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *