Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Marapi Erupsi Lagi, Warga Diminta Waspada

Subaktivitas vulkanik kembali terpantau di Agam dan Tanah Datar

Gunung Marapi erupsi (Diego Girón)
Gunung Marapi erupsi (Diego Girón)

AGAM/TANAH DATAR, Selasa, 24 Maret 2026, 20.56 WIB — Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Selasa sore. Aktivitas ini menjadi perhatian warga di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar karena dua letusan terekam dalam satu hari, sementara PVMBG tetap mengingatkan pembatasan aktivitas di radius bahaya.

Pos Gunung Api Gunung Marapi melaporkan erupsi terjadi pukul 17.54 WIB. Tinggi kolom abu saat kejadian tidak teramati karena tertutup awan, namun letusan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 24 detik. Sebelumnya, erupsi juga dilaporkan pada pukul 14.26 WIB dengan durasi 26 detik.

Secara resmi, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Dalam rekomendasinya, PVMBG melarang masyarakat, pendaki, maupun pengunjung beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek. PVMBG juga mengingatkan potensi lahar dingin di aliran sungai yang berhulu dari puncak, terutama saat hujan turun di kawasan hulu.

Baca Juga:  KKN Unand Kenalkan Menhir Koto Laweh, Situs Sejarah dan Warisan Budaya Minangkabau

Petugas PGA Gunung Marapi, Ilhamdi Saputra, melaporkan, “Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Selasa 24 Maret 2026 pukul 17.54 WIB.” Keterangan itu menegaskan bahwa aktivitas vulkanik masih berlangsung fluktuatif sehingga warga di sekitar lereng perlu mengikuti informasi resmi, bukan kabar yang beredar di luar kanal kebencanaan.

Bagi warga, dampak paling langsung saat ini adalah kewaspadaan terhadap abu vulkanik bila arah angin berubah dan gangguan aktivitas di wilayah sekitar lereng. Meski hingga laporan terakhir belum ada informasi kerusakan, pembatasan ruang aktivitas tetap penting bagi petani, pedagang, dan pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan rawan.

Baca Juga:  Harga Beras di Sumatra: Masih di Atas HET?

Dalam konteks yang lebih panjang, Marapi memang masih berstatus aktif meski sejak 1 Desember 2024 levelnya diturunkan dari Siaga ke Waspada. Penurunan status itu didasarkan pada evaluasi PVMBG, namun bukan berarti ancaman hilang sepenuhnya. Aktivitas erupsi yang masih muncul menunjukkan warga tetap perlu disiplin terhadap radius aman dan peringatan saat hujan.

Baca Juga:  Aktivitas Gunung Marapi: Status Waspada, Radius 3 Km

Langkah berikutnya, pemerintah daerah dan aparat kebencanaan setempat perlu memastikan informasi peringatan sampai ke nagari-nagari terdekat. Warga diminta menyiapkan masker, membatasi aktivitas dekat kawah, dan segera menjauh dari bantaran sungai berhulu Marapi saat hujan deras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *