AGAM, Selasa, 31 Maret 2026, 16.10 WIB — Pemerintah Kabupaten Agam menyatakan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional kembali normal setelah Idul Fitri 1447 Hijriah. Kondisi ini menjadi kabar penting bagi rumah tangga di Lubuk Basung dan wilayah sekitarnya setelah beberapa pekan menghadapi tekanan belanja menjelang Lebaran.
Bagi warga, normalnya harga pasca-Lebaran berarti ruang napas bagi pengeluaran rumah tangga yang sempat naik menjelang hari raya. Stabilnya pasokan juga memberi kepastian bagi pedagang kecil, warung, rumah makan, dan pelaku UMKM pangan yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku harian dengan harga yang tidak bergejolak.
Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam mencatat harga beras benang pulau, beras sokan, dan beras IR 42 berada di Rp 16 ribu per kilogram, sedangkan beras kuruik kusuik Rp 17 ribu per kilogram. Cabai merah tercatat Rp 30 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp 40 ribu per kilogram, bawang merah Rp 43 ribu per kilogram, bawang putih Rp 32 ribu per kilogram, kentang Rp 13 ribu per kilogram, dan tomat Rp 12 ribu per kilogram. Untuk protein hewani, daging sapi berada di Rp 150 ribu per kilogram dan ayam ras Rp 48 ribu per kilogram.
Budi Perwira Negara, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam, mengatakan harga sudah kembali normal dan persediaan masih aman setelah Lebaran. Ia juga menyebut harga daging sapi dan ayam sudah turun sekitar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram dibanding masa sebelum Lebaran. Menurut dia, data tersebut diperoleh dari pemantauan petugas di sejumlah pasar tradisional.
Dampaknya cukup terasa bagi warga. Ketika harga komoditas utama lebih stabil, belanja mingguan keluarga lebih mudah dihitung. Pedagang kuliner dan warung makan juga lebih leluasa menjaga harga jual tanpa harus menanggung lonjakan bahan baku yang tajam. Stabilnya harga daging dan ayam turut membantu konsumsi masyarakat setelah periode hari raya yang biasanya diikuti penyesuaian pengeluaran rumah tangga.
Dalam konteks lokal, isu harga pangan selalu menjadi perhatian di Agam karena aktivitas pasar tradisional masih menjadi tumpuan utama distribusi bahan kebutuhan pokok. Setelah masa puncak permintaan menjelang dan saat Lebaran, stabilisasi harga menunjukkan distribusi kembali bergerak lebih seimbang. Ini berbeda dengan kondisi menjelang hari besar keagamaan ketika pasokan sering tertahan dan permintaan melonjak serentak.
Langkah selanjutnya yang perlu dijaga adalah konsistensi pasokan di pasar tradisional, terutama untuk beras, cabai, dan daging. Pemerintah daerah diharapkan melanjutkan pemantauan mingguan dan bergerak cepat bila ada lonjakan baru di komoditas sensitif. Warga juga diimbau berbelanja sesuai kebutuhan dan memanfaatkan pasar yang pasokannya paling stabil di sekitar tempat tinggal.






