Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Korban 17 Orang di SPBE Cimuning, Penyebab Diselidiki

Data korban bertambah, polisi dan Labfor masih mendalami penyebab kebakaran

Kebakaran SPBE Cimuning
Kebakaran SPBE Cimuning

BEKASI, Jumat, 3 April 2026, 10.25 WIB — Korban kebakaran di area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji atau SPBE Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, bertambah menjadi 17 orang menurut pembaruan sementara kepolisian. Sebagian korban mengalami luka bakar berat, sementara penyebab insiden masih diselidiki dan belum diumumkan secara final.

Kapolres Metro Kota Bekasi Komisaris Besar Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan data sementara menunjukkan 17 korban, dan beberapa di antaranya mengalami luka bakar lebih dari 50 persen. Mayoritas korban merupakan warga yang tinggal dekat area SPBE, sedangkan dua lainnya berstatus pekerja di lokasi kejadian. Angka ini lebih tinggi daripada data awal 14 korban yang sebelumnya disampaikan dalam penanganan awal pemerintah kota.

Kebakaran terjadi pada Rabu, 1 April 2026 sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya. Polisi menyebut dampaknya meluas ke rumah, kontrakan, toko, warung, fasilitas publik, hingga gudang rongsok dengan tingkat kerusakan sedang sampai parah. Dalam proses pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi mengerahkan 15 unit mobil damkar.

Baca Juga:  Puluhan Ruko di Simeulue Hangus Terbakar

Abdul Harris Bobihoe, Wakil Wali Kota Bekasi, menegaskan seluruh korban akan mendapat penanganan medis. Menurut Pemkot Bekasi, korban telah dievakuasi ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid dan sebagian dirujuk ke RSCM. Pemerintah kota juga menyatakan biaya pengobatan dan perawatan korban akan ditanggung, baik melalui BPJS Kesehatan maupun skema pembiayaan lain.

Soal penyebab, polisi menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung dengan melibatkan tim laboratorium forensik. Sejumlah keterangan awal memang menyebut adanya bau gas sebelum ledakan, dan dugaan sementara sempat mengarah ke kebocoran gas yang diperparah arah angin atau kemungkinan pemicu lain di sekitar lokasi. Namun hingga Jumat pagi, penyebab resmi belum final. [Menunggu verifikasi]

Baca Juga:  Pemerasan Penonton DWP 18 Polisi Ditangkap RI Jadi Sorotan

Apa berikutnya? Publik kini menunggu hasil penyelidikan forensik, pendataan kerugian material, dan perkembangan kondisi korban di rumah sakit. Dari sisi distribusi energi, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyatakan pasokan LPG ke masyarakat tetap aman karena sudah disiapkan skema Regular Alternative Emergency dengan dukungan dari SPBE terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *