TEMBILAHAN, Sabtu, 11 Oktober 2025, WIB — Kebakaran besar melanda Pasar Rakyat Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, pada Jumat (10/10) dini hari sekitar pukul 00.20. Aparat menyebut sekitar 400 kios pedagang terbakar. Penyebab pasti masih diselidiki; tak ada laporan korban jiwa. Kerugian material awal ditaksir Rp 850 juta [Menunggu verifikasi]. Pemerintah daerah menyiapkan penataan dan relokasi sementara agar aktivitas niaga cepat pulih.
Api dilaporkan bermula dari deretan kios sayur dan ikan asin di jalur utama pasar. Personel damkar, BPBD, serta relawan PSMTI dan Padupai diterjunkan. Pemadaman berlangsung hampir tiga jam hingga sekitar pukul 03.00 sebelum masuk tahap pendinginan. Akses jalan sekitar pasar sempat ditutup untuk keselamatan dan memudahkan mobilisasi armada pemadam.
Data awal dari kepolisian menyebut jumlah kios terdampak mencapai 400 unit. Sejumlah laporan media menyebut sebagian bangunan terbuat dari material mudah terbakar sehingga api cepat merembet antarlos. Estimasi kerugian berkisar ratusan juta rupiah hingga mendekati Rp 850 juta, namun angka final masih menunggu rekapitulasi dinas teknis dan asuransi [Menunggu verifikasi].
AKP Budi Winarko, Kasat Reskrim Polres Inhil — “Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.20 WIB. Sekitar 400-an kios terdampak. Penyebab masih dalam penyelidikan. Kami mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan olah TKP.”
Bagi pedagang, dampak langsung berupa hilangnya stok dagangan, peralatan usaha, serta terhentinya pemasok harian. Rantai pasok komoditas sayuran dan ikan asin untuk kawasan Tembilahan dan sekitarnya berpotensi terganggu beberapa hari. Pemkab mendorong opsi kios darurat di lahan terdekat dan pengaturan ulang zonasi agar distribusi pagi hari ke pasar-pasar lingkungan tetap berjalan.
Dalam jangka pendek, pemda menyiapkan posko aduan, penerbitan surat keterangan kehilangan, serta skema penempatan sementara. Audit listrik dan keselamatan bangunan akan dilakukan sebelum rencana rehabilitasi. Aparat juga mengimbau warga tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi karena masih ada risiko runtuhan dan bara tersisa.
Latar belakang: Kebakaran pasar tradisional berulang menunjukkan pentingnya standardisasi instalasi listrik, jalur evakuasi, dan titik hidran. Penguatan manajemen risiko kebakaran di pasar—termasuk latihan berkala pedagang dan penertiban kabel—menjadi catatan agar kejadian serupa dapat diminimalkan ke depan.
Langkah lanjut: Hasil pendataan pedagang akan diumumkan bersamaan lokasi relokasi sementara. Polisi memprioritaskan olah TKP untuk memastikan penyebab kebakaran. Pedagang disarankan menginventarisasi kerugian sebagai dasar penyaluran bantuan pemerintah daerah maupun lembaga sosial.






