Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

TKA SMP 2026 Dimulai, Bukan Penentu Kelulusan

Hari pertama menguji matematika dan numerasi

Ilustrasi ujian TKA SMP (Muhaimin Abdul Aziz)
Ilustrasi ujian TKA SMP (Muhaimin Abdul Aziz)

JAKARTA, Senin, 6 April 2026, 09.51 WIB — Tes Kemampuan Akademik atau TKA untuk jenjang SMP resmi dimulai hari ini, Senin, 6 April 2026. Kemendikdasmen menegaskan asesmen ini bukan penentu kelulusan, melainkan bagian dari pemetaan mutu pendidikan dan penyediaan informasi capaian akademik murid.

Dalam siaran resminya, Kemendikdasmen menyebut pelaksanaan TKA jenjang SMP berlangsung pada 6–16 April 2026, sedangkan jenjang SD dijadwalkan pada 20–30 April 2026. Tahapan sebelumnya telah mencakup pendaftaran pada 19 Januari–28 Februari 2026 dan gladi bersih 9–17 Maret 2026. Dengan demikian, hari ini menandai dimulainya fase utama pelaksanaan TKA untuk murid SMP secara nasional.

Kemendikdasmen juga menegaskan TKA bukan penentu kelulusan. Dalam keterangan resmi 16 Januari 2026, kementerian menjelaskan TKA diposisikan untuk pemetaan mutu dan bukan ujian kelulusan. Penekanan ini penting karena istilah “tes” kerap memunculkan kekhawatiran berlebih di kalangan siswa dan orang tua, padahal fungsi resminya berbeda dari ujian akhir sekolah.

Baca Juga:  Dampak AI Terhadap Ketenagakerjaan di Masa Depan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti pada hari pertama pelaksanaan meninjau langsung TKA SMP dan memberi strategi pengerjaan soal kepada peserta. Ia mengingatkan bahwa siswa tidak harus mengerjakan soal secara berurutan, melainkan mendahulukan soal yang lebih dikuasai agar waktu cukup. Pada hari pertama ini, mata pelajaran yang diujikan adalah matematika dan numerasi sebanyak 30 soal selama 75 menit, dilanjutkan survei karakter selama 20 menit.

Baca Juga:  Inovasi Pendidikan Profesi Guru Dari Kebijakan ke Implementasi

Abdul Mu’ti, Mendikdasmen, mengatakan, “Kerjakan yang anda bisa dulu, tidak harus urut.” Ia juga menekankan bahwa pengerjaan TKA tidak hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga strategi mengatur waktu dan memahami soal yang relatif panjang. Pesan ini menunjukkan pemerintah ingin menurunkan tekanan psikologis peserta sambil menjaga efektivitas pelaksanaan asesmen berbasis komputer.

Laman Rumah Pendidikan milik Kemendikdasmen menjelaskan TKA diselenggarakan secara nasional dan berbasis komputer. Platform itu juga menyediakan informasi umum, sumber belajar, dan latihan soal untuk membantu guru, murid, dan orang tua mempersiapkan diri. Dengan model ini, TKA diarahkan bukan hanya sebagai pengukuran, tetapi juga bagian dari ekosistem belajar yang lebih terstruktur.

Baca Juga:  Membangun Kemandirian Belajar pada Generasi Z di Era Digital

Apa berikutnya bagi sekolah dan orang tua adalah memastikan siswa mengikuti jadwal dengan tenang, perangkat dan koneksi siap, serta tidak memaknai TKA sebagai vonis kelulusan. Bagi siswa, pesan terpenting hari ini sederhana: pahami fungsi tes, kelola waktu, dan fokus pada proses pengerjaan yang efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *