Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Banjir Bandang Aceh Tenggara Rusak Rumah Warga

Akses Kutacane–Medan sempat terganggu setelah banjir membawa material lumpur dan kayu.

Banjir bandang (Pemkab Aceh Tenggara)
Banjir bandang (Pemkab Aceh Tenggara)

ACEH TENGGARA, Selasa, 12 Mei 2026 10.30 WIB — Banjir bandang menerjang Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, setelah hujan deras mengguyur kawasan itu pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, berdampak pada rumah warga dan akses jalan nasional Kutacane–Medan.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh melaporkan banjir bandang terjadi di Desa Lawe Tua Gabungan dan Desa Lawe Tua Makmur akibat tingginya curah hujan di wilayah Aceh Tenggara. Laporan awal menyebut akses jalan nasional Kutacane–Medan sempat lumpuh sebelum dilakukan penanganan oleh petugas dan warga setempat.

Data kerusakan masih berkembang. Sejumlah laporan menyebut puluhan rumah terdampak; Detik melaporkan 26 rumah rusak, sementara Popularitas mengutip laporan BPBD Aceh Tenggara bahwa 41 kepala keluarga atau 155 jiwa terdampak di dua desa. Perbedaan angka ini perlu menunggu pemutakhiran resmi dari BPBA/BPBD.

Baca Juga:  Jembatan Darurat Batang Anai Dikebut, Akses Warga Tersendat

Kepala Pelaksana BPBA melalui keterangan kebencanaan daerah menyebut penanganan difokuskan pada pembersihan material dan pendataan kebutuhan warga terdampak. [Menunggu verifikasi kutipan lengkap pejabat BPBA/BPBD].

Dampak utama dirasakan warga yang rumahnya kemasukan lumpur serta pelaku perjalanan yang melintasi koridor Kutacane–Medan. Jalur ini penting bagi mobilitas warga, distribusi barang, dan akses layanan dasar di Aceh Tenggara menuju Sumatera Utara.

Baca Juga:  Dukungan Besar untuk Bustami-Fadhil di Aceh Tenggara

Banjir bandang di wilayah pegunungan Aceh Tenggara umumnya dipicu kombinasi hujan deras, aliran sungai berarus kuat, dan material dari kawasan hulu. BMKG juga mencatat pada periode 7–10 Mei 2026 masih terjadi hujan lebat di Aceh dengan intensitas harian yang signifikan.

Apa berikutnya, warga di bantaran sungai dan lereng diminta menghindari aktivitas saat hujan lebat, memantau informasi resmi BPBD/BPBA, serta segera melapor bila ada kerusakan rumah, jalan, atau jembatan yang belum tercatat. Pemerintah daerah perlu memperbarui data korban terdampak agar bantuan tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *