Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Dharmasraya Siapkan Pasar Murah di Tiga Titik

Program ini menyediakan beras SPHP, Minyakita, gula pasir, dan telur ayam.

Pasar Tani (Deden R)
Pasar Tani (Deden R)

DHARMASRAYA, Selasa, 12 Mei 2026 10.45 WIB — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyiapkan pasar murah di tiga lokasi mulai Rabu, 13 Mei 2026, untuk membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dan menjaga stabilitas harga daerah.

Kegiatan pasar murah digelar melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Dharmasraya. Lokasi pertama berada di Kantor Wali Nagari Koto Baru pada 13 Mei 2026, disusul depan Masjid Agung Babussalam pada 22 Mei 2026, dan Kantor Camat Sungai Rumbai pada 5 Juni 2026.

Kepala Dinas Kumperdag Dharmasraya, Alfiandri, mengatakan pasar murah disiapkan di tiga titik agar warga dari beberapa wilayah dapat mengakses bahan pokok lebih dekat. Stok yang disiapkan terbatas sehingga warga diminta datang sesuai jadwal dan membeli sesuai kebutuhan.

Baca Juga:  Harga beras turun, dampaknya untuk rumah tangga Sumatra

“Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026 di depan Masjid Agung Babussalam dan Jumat, 5 Juni 2026 di Kantor Camat Sungai Rumbai. Untuk itu, kami mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut dengan baik karena stok kebutuhan pokok yang disediakan terbatas,” kata Alfiandri.

Barang yang disediakan meliputi beras SPHP 5 kilogram, minyak goreng Minyakita, gula pasir, dan telur ayam. Program ini terlaksana melalui kerja sama Pemkab Dharmasraya, Bank Nagari, Bank Indonesia, dan Bulog sebagai bagian dari pengendalian inflasi daerah.

Baca Juga:  Beras SPHP Hampir 500 Ribu Ton, Harga di Sumatra Mulai Turun

Bagi warga dan pelaku UMKM kecil, pasar murah dapat membantu menekan biaya belanja harian, terutama ketika harga pangan bergerak naik. Program ini juga menjadi kanal distribusi langsung agar komoditas pokok sampai ke masyarakat dengan harga yang lebih hemat dibanding pasar umum.

Warga diminta memeriksa jadwal lokasi terdekat, membawa kantong belanja sendiri, dan menghindari pembelian berlebihan. Pemerintah nagari serta kecamatan perlu memastikan antrean tertib, prioritas warga rentan, dan informasi harga ditempel jelas di lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *