Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Banjir Medan, 1.992 Rumah Terdampak

Pemerintah memantau tinggi muka air dan menyiagakan personel

Banjir Sumatra bencana nasional
Banjir Sumatra bencana nasional

MEDAN, Rabu, 10 Juni 2026, 10.30 WIB — Sebanyak 1.992 rumah di Kota Medan terdampak banjir setelah hujan berintensitas tinggi memicu luapan sungai pada Jumat, 5 Juni 2026. Pemerintah daerah menyiagakan petugas, memantau cuaca, dan meminta warga di bantaran sungai tetap waspada.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumatera Utara mencatat banjir melanda empat kecamatan di Kota Medan. Data yang dihimpun dari laporan kebencanaan menunjukkan sedikitnya 30 jiwa sempat mengungsi dari rumah mereka saat genangan masuk ke permukiman.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan laporan awal menunjukkan banjir dipicu meluapnya sungai setelah hujan deras. “Berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops Sumut, banjir melanda empat kecamatan,” ujar Sri Wahyuni Pancasilawati.

Baca Juga:  BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumbar, Warga Diminta Waspada Malam Hari

Wilayah terdampak antara lain permukiman padat yang berada dekat aliran sungai dan titik genangan berulang. Bagi warga, dampak utama bukan hanya kerusakan perabot rumah, tetapi juga terganggunya aktivitas kerja, sekolah, akses kesehatan, dan kebutuhan air bersih setelah banjir surut.

Pemerintah Kota Medan dan unsur kebencanaan disebut melakukan pemantauan tinggi muka air di daerah sungai dan wilayah rawan banjir. Pemantauan cuaca dari BMKG juga menjadi dasar kesiapsiagaan, terutama karena hujan lokal masih berpotensi terjadi pada masa peralihan menuju kemarau.

Baca Juga:  Padang Pariaman Paling Parah, Akses Padang–Bukittinggi Lumpuh

Konteks banjir Medan perlu dilihat sebagai persoalan berulang di kawasan perkotaan yang memiliki permukiman padat, drainase terbatas, dan aliran sungai yang cepat meluap saat hujan lebat. Karena itu, pembersihan drainase, pengurangan sampah di saluran air, dan kesiapan jalur evakuasi menjadi penting.

Warga yang tinggal di bantaran sungai atau kawasan rendah diminta menyimpan dokumen penting di tempat aman, memantau peringatan cuaca, dan segera menghubungi petugas kelurahan atau BPBD bila genangan naik. Pemutakhiran data kerusakan dan kebutuhan warga masih perlu dipantau setelah pembersihan rumah selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *