GEMASUMATRA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan gelombang sedang melanda sejumlah perairan barat Sumatra pada 15–18 Juli 2026.
Ketinggian gelombang diperkirakan berada pada kisaran 1,25 sampai 2,5 meter. Kondisi tersebut berpotensi terjadi mulai dari perairan barat Aceh hingga perairan Lampung.
Wilayah yang masuk dalam prakiraan antara lain perairan barat Aceh, Simeulue, barat Nias, barat Kepulauan Mentawai, barat Bengkulu, sekitar Pulau Enggano, dan perairan barat Lampung.
Gelombang dengan kisaran serupa juga diprakirakan terjadi di Samudra Hindia sebelah barat Aceh, Nias, Mentawai, Bengkulu, dan Lampung.
Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan. Tinggi gelombang di lapangan dapat berubah mengikuti kecepatan angin dan kondisi cuaca setempat.
BMKG menjelaskan keberadaan awan kumulonimbus dapat menimbulkan angin kencang serta menambah tinggi gelombang. Kondisi itu dapat terjadi dalam waktu relatif singkat dan berpengaruh terhadap keselamatan pelayaran.
Nelayan dengan kapal berukuran kecil perlu mempertimbangkan kondisi perairan di wilayah keberangkatan dan tujuan. Pemeriksaan terhadap mesin, alat komunikasi, pelampung, serta perlengkapan keselamatan juga perlu dilakukan sebelum melaut.
Operator kapal disarankan mengikuti arahan syahbandar dan memperbarui informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG. Keputusan keberangkatan harus disesuaikan dengan kemampuan kapal menghadapi kondisi gelombang.
Prakiraan cuaca maritim dapat berubah setelah pembaruan data atmosfer dan laut. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya menggunakan informasi prakiraan yang diterbitkan beberapa hari sebelumnya.






