GAYO LUES — Prajurit TNI mempercepat pembangunan sejumlah jembatan di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, untuk memulihkan akses masyarakat yang terputus akibat banjir.
Pekerjaan tersebut melibatkan personel Kodim 0113/Gayo Lues, Batalyon Teritorial Pembangunan 855/Raksaka Dharma, dan Yonzipur 16 Kodam Iskandar Muda.
Infrastruktur yang sedang dibangun mencakup jembatan Bailey di Desa Pintu Rime, jembatan perintis, jembatan beton, jembatan Aramco, serta jembatan gantung sepanjang sekitar 70 meter.
Pembangunan berlangsung di kawasan pedalaman dengan medan berlumpur dan akses kendaraan yang terbatas. Sejumlah material harus dibawa secara manual setelah kendaraan pengangkut mengalami kesulitan mencapai lokasi pekerjaan.
Komandan Korem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran menyampaikan bahwa pembangunan jembatan diarahkan untuk membuka kembali mobilitas warga. Infrastruktur tersebut juga diharapkan mendukung kegiatan pendidikan, perdagangan, dan perekonomian desa.
Sebelumnya, jembatan permanen yang menjadi akses utama warga terputus setelah diterjang luapan sungai. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat dan anak sekolah menggunakan jembatan tali sementara yang terbuat dari tambang dan bambu.
TNI bersama masyarakat saat ini dilaporkan mempercepat pembangunan 53 jembatan di sejumlah lokasi di Gayo Lues. Jembatan-jembatan tersebut terdiri atas konstruksi Aramco, beton, Bailey, dan jembatan gantung.
Pembangunan diharapkan dapat mengurangi keterisolasian desa dan memulihkan aktivitas masyarakat setelah kerusakan infrastruktur akibat bencana.






