MEDAN/SUMUT, Selasa, 23 Juni 2026 13.30 WIB — Industri otomotif nasional menunjukkan pemulihan secara tahunan pada Mei 2026, memberi peluang bagi diler, bengkel, pembiayaan, dan pelaku IKM komponen di Sumatra meski pasar bulanan masih bergerak hati-hati.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau GAIKINDO mencatat penjualan wholesale mobil nasional pada Mei 2026 mencapai 69.219 unit. Angka itu tumbuh 14% dibanding Mei 2025 yang tercatat 60.697 unit.
Namun, secara bulanan, pasar melemah dibanding April 2026 yang mencapai 80.779 unit. Penjualan ritel juga turun dari 75.736 unit pada April menjadi 71.890 unit pada Mei 2026, sehingga pelaku industri masih perlu membaca daya beli konsumen dengan cermat.
Sepanjang Januari–Mei 2026, penjualan wholesale mobil nasional mencapai 359.015 unit atau naik 12,8% secara tahunan. Penjualan ritel pada periode yang sama mencapai 359.490 unit, meningkat 8,8% dibanding periode serupa tahun sebelumnya.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai penguatan industri kendaraan listrik perlu melibatkan rantai pasok dalam negeri. “Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi industri dalam negeri,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.
Peluang itu penting bagi Sumatra karena pertumbuhan kendaraan baru biasanya ikut menggerakkan usaha turunan. Diler, bengkel umum, toko suku cadang, jasa pembiayaan, asuransi, hingga pelatihan mekanik kendaraan listrik dapat memperoleh dampak jika pasar tetap tumbuh.
Kemenperin juga mencatat penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit atau meningkat 95,9% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Populasi bus listrik hingga April 2026 tercatat 798 unit, sedangkan motor listrik pada Februari 2026 mencapai 236.451 unit.
Pelaku usaha otomotif di Sumatra perlu menyiapkan layanan purnajual, teknisi, dan ketersediaan komponen, terutama untuk kendaraan elektrifikasi. Konsumen disarankan membandingkan biaya kepemilikan, jaringan servis, dan nilai jual kembali sebelum membeli kendaraan baru.






