NAGAN RAYA, Jumat, 17 Juli 2026 — Tim gabungan masih memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan mencakup sekitar 30 hektare di Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Api terjadi pada kawasan gambut dan operasi pemadaman berlanjut hingga Jumat.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera mengerahkan satu regu Manggala Agni dari Daerah Operasi Sumatera I/Sibolangit. Regu itu beranggotakan 15 personel. Pemadaman turut melibatkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nagan Raya serta personel kepolisian setempat.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyebut operasi di lapangan telah berlangsung sejak Kamis, 16 Juli 2026.
“Hari ini tim Manggala Agni masih melakukan operasi pemadaman,” katanya sebagaimana dilaporkan ANTARA.
Api menjalar di permukaan dan bawah gambut
Menurut keterangan balai, lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut dengan kebakaran pada lapisan permukaan dan bawah permukaan. Kondisi ini membuat penanganan tidak cukup hanya memadamkan api yang terlihat. Bara dapat bertahan di dalam lapisan gambut dan berpotensi kembali muncul apabila pembasahan belum menjangkau bagian yang masih panas.
Vegetasi di lokasi terdiri atas anakan kayu, semak belukar, tanaman pakis, dan sawit. Balai juga menyebut fungsi lahan tersebut sebagai hak guna usaha.
Namun, keterangan yang tersedia belum menjelaskan penyebab kebakaran ataupun pihak yang bertanggung jawab atas kawasan itu. Karena itu, kesimpulan mengenai sumber api masih harus menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Tim menggunakan air dari kanal di sekitar kawasan untuk melakukan pemadaman. Pada saat operasi, cuaca dilaporkan berawan pada pagi dan sore, lalu cerah pada siang hari. Kecepatan angin di area kebakaran disebut mencapai sekitar 10 kilometer per jam.
Akses ke lokasi membutuhkan waktu 90 menit
Akses lapangan menjadi salah satu kendala. Perjalanan dari posko di Kantor Socfindo Seumanyam menuju titik pemadaman membutuhkan waktu sekitar satu jam 30 menit.
Jarak tersebut dapat memengaruhi mobilisasi personel, selang, pompa, bahan bakar, dan kebutuhan logistik selama operasi berlangsung.
Data 30 hektare merupakan perkiraan awal yang disampaikan Balai Dalkarhut. Angka itu dapat berubah setelah pemetaan dan verifikasi lapangan selesai.
Sampai berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi bahwa seluruh titik api telah padam atau bahwa tahap pendinginan telah selesai.
Warga di sekitar Darul Makmur perlu menghindari aktivitas pembakaran terbuka dan segera melaporkan kemunculan asap atau api kepada aparat gampong, BPBD, maupun petugas terkait.
Informasi potensi kebakaran berbasis cuaca juga dapat dipantau melalui layanan peringatan karhutla BMKG. Perkembangan penanganan di lapangan sebaiknya tetap merujuk pada instansi pemerintah.






