NAGAN RAYA — Pembangkit Listrik Tenaga Uap Nagan Raya Unit 3 dan 4 menjadi salah satu sumber utama pasokan listrik di Provinsi Aceh.
General Manager PT Meulaboh Power Generation, Liu Pengju, mengatakan dua unit pembangkit tersebut memiliki kapasitas masing-masing 225 megawatt.
Operasional pembangkit didukung jalur transmisi sepanjang 2,3 kilometer dan satu gardu induk. Kapasitas terpasangnya disebut mencapai sekitar 45 persen dari total kapasitas pembangkit listrik di Aceh.
PLTU tersebut juga menjadi salah satu pemasok listrik untuk jaringan kelistrikan di bagian utara Pulau Sumatra.
Pembangkit berada di kawasan Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Peletakan batu pertama dilakukan pada 24 Desember 2019 dan pembangkit mulai beroperasi penuh pada akhir 2023.
Masa operasi komersial pembangkit direncanakan berlangsung selama 25 tahun. Pengelola menyatakan operasional pembangkit tidak hanya diarahkan untuk menjaga pasokan energi, tetapi juga memberi manfaat kepada masyarakat sekitar.
PT Meulaboh Power Generation mencatat sebanyak 143 pekerja atau sekitar 37,63 persen dari total tenaga kerjanya berasal dari Kabupaten Nagan Raya.
Perusahaan juga menjalankan pelatihan keterampilan dan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja bagi para pekerja.
Kerja sama turut dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, sekolah menengah kejuruan, dan Universitas Teuku Umar di Meulaboh.
Program tersebut mencakup magang, praktik kerja lapangan, pelatihan keselamatan, serta pengembangan kompetensi di bidang ketenagalistrikan.
Pasokan listrik yang stabil dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat, pelayanan publik, pendidikan, usaha, dan industri di Aceh.
Meski demikian, penggunaan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit juga membutuhkan pengawasan lingkungan yang konsisten.
Pengelolaan emisi, limbah bahan berbahaya dan beracun, sisa pembakaran batu bara, serta kualitas air dan udara perlu dilakukan sesuai ketentuan.
Pengawasan dari pemerintah, akademisi, dan masyarakat penting untuk memastikan manfaat ekonomi dan energi berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan.
Pengelola juga menyatakan akan melanjutkan program sosial di bidang pendidikan, keagamaan, pemberdayaan masyarakat, dan penanganan bencana.






