MEDAN – Pekan Raya Sumatera Utara atau PRSU 2026 mencatat perputaran uang sekitar Rp50 miliar selama penyelenggaraan selama satu bulan di Kota Medan.
Kegiatan yang memasuki penyelenggaraan ke-50 tersebut ditutup oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara Ferry Indra mengatakan jumlah kunjungan selama PRSU 2026 mencapai 161.309 orang.
PRSU menjadi ruang promosi bagi produk unggulan, usaha mikro, kecil dan menengah, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta potensi investasi dari kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Sekitar 3.000 pengisi acara terlibat selama penyelenggaraan. Sebanyak 75 persen di antaranya merupakan penampil lokal asal Sumatera Utara.
Berbagai kegiatan digelar selama PRSU, mulai dari pameran produk daerah, pertunjukan budaya, promosi kuliner, kompetisi menyanyi, senam kreasi, tari kontemporer, hingga pemilihan stan terbaik.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menilai kegiatan tersebut telah memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat. Namun, pemerintah daerah juga meminta agar PRSU tidak berhenti sebagai agenda tahunan.
Kolaborasi yang terbentuk selama kegiatan diharapkan dapat dikembangkan untuk menarik investasi, memperluas pasar produk UMKM, dan meningkatkan kunjungan wisatawan.
Penyelenggara mengakui jumlah kunjungan belum memenuhi target yang ditetapkan. Evaluasi berikutnya akan diarahkan pada peningkatan keamanan, kenyamanan pengunjung, kualitas acara, dan tata kelola kegiatan.
Pemerintah provinsi juga berencana memperkuat iklim investasi dan pelayanan publik agar dampak ekonomi PRSU dapat berlangsung setelah kegiatan selesai.






