SUMATERA UTARA – Pameran fotografi Toba Heritage Photo Exhibition 2026 dijadwalkan berakhir pada Senin, 10 Agustus 2026 setelah berlangsung selama dua bulan sejak 10 Juni di Huta Art Space, Sumatera Utara. Pameran ini menghadirkan 47 karya visual dari 10 fotografer yang merekam berbagai sisi warisan kawasan Danau Toba.
Mengusung semangat “Rekonstruksi Visual tentang Warisan,” karya-karya yang ditampilkan mencakup seni budaya, kehidupan masyarakat, hunian tradisional hingga lanskap alam Danau Toba. Pameran dikembangkan bukan hanya sebagai ruang pertunjukan foto, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan identitas dan kekayaan kawasan Toba melalui medium visual.
Pameran tersebut melibatkan proses kurasi fotografer Darwis Triadi dan kolaborasi dengan Komunitas Fotografer Danau Toba. Pendiri Huta Art Space, Edward Tigor Siahaan, menempatkan kegiatan itu sebagai ruang bertemu dan bertumbuh bagi fotografer lokal sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan Toba kepada masyarakat yang lebih luas.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya sebelumnya menilai fotografi memiliki fungsi lebih luas daripada ekspresi artistik. Karya visual dapat membantu membangun narasi destinasi, mempromosikan kunjungan wisata dan pada akhirnya membuka potensi nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pendekatan tersebut relevan bagi kawasan Danau Toba yang mempunyai kombinasi lanskap alam, budaya Batak, arsitektur tradisional dan kehidupan masyarakat yang kuat secara visual. Dokumentasi yang baik dapat memperpanjang jangkauan sebuah destinasi melalui media sosial, publikasi, pameran maupun materi promosi wisata.
Dalam konteks ekonomi kreatif, nilai sebuah foto juga tidak berhenti pada karya yang dipajang di ruang pamer. Fotografi dapat terhubung dengan industri perjalanan, promosi hotel dan kuliner, penerbitan, produk kreatif hingga pengembangan identitas visual sebuah destinasi.
Kementerian Ekonomi Kreatif menyebut Sumatera Utara sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan ekonomi kreatif dengan dukungan kekuatan budaya, talenta kreatif dan lanskap seperti Danau Toba.
Berakhirnya Toba Heritage pada 10 Agustus menjadi momentum untuk melihat fotografi sebagai bagian dari pengelolaan warisan, bukan hanya dokumentasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan karya dan jejaring yang terbentuk selama pameran dapat terus digunakan untuk memperkuat ekosistem fotografer lokal serta promosi Danau Toba.






