Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Pemerintah Aceh Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur Gayo Lues

Pemerintah Aceh berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk mempercepat pemulihan jalan dan infrastruktur Gayo Lues pascabencana.

Infrastruktur Gayo Lues
Infrastruktur Gayo Lues

JAKARTA – Pemerintah Aceh memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di Kabupaten Gayo Lues dan daerah lain yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi melakukan pertemuan dengan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta pada Senin, 24 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah infrastruktur yang dinilai membutuhkan penanganan permanen setelah terdampak bencana.

Pemerintah Aceh menilai pemulihan akses transportasi menjadi salah satu kebutuhan utama karena berkaitan dengan mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi di kawasan terdampak.

Baca Juga:  Progres Tol Betung–Jambi 49%, Waktu Tempuh 30 Menit

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan. Sejumlah kebutuhan infrastruktur di Gayo Lues disampaikan kepada Kementerian PU agar dapat dipertimbangkan sebagai prioritas penanganan.

Bupati Gayo Lues Suhaidi juga menekankan pentingnya pemulihan jalan dan jembatan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Kerusakan akses transportasi setelah bencana dapat berdampak lebih luas terhadap kegiatan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan jalur alternatif.

Baca Juga:  Banda Aceh pasang 456 lampu LED, fokus jalan gampong

Selain membahas Gayo Lues, pertemuan tersebut turut berkaitan dengan percepatan penanganan infrastruktur di sejumlah wilayah Aceh yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi.

Pemerintah Aceh berharap koordinasi antara pemerintah daerah dan Kementerian PU dapat mempercepat tahapan penanganan permanen terhadap fasilitas publik yang rusak.

Pemulihan konektivitas menjadi penting bagi wilayah pedalaman Aceh karena jalan dan jembatan menjadi jalur utama untuk akses pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi kebutuhan pokok, serta kegiatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Jembatan Siak VI tersambung, progres Tol Lingkar Pekanbaru 62,3%

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh memastikan penanganan pascabencana tidak hanya dilakukan melalui perbaikan sementara, tetapi dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *