JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memaparkan tiga fokus kerja sama kesehatan Indonesia dengan Inggris melalui UK–Indonesia Health Partnership Platform atau Tangguh+. Ketiganya adalah pengembangan tenaga kesehatan, inovasi teknologi dan keamanan kesehatan.
Platform tersebut diluncurkan di Jakarta pada 13 Oktober 2026. Kemenkes memublikasikan penjelasan mengenai program kerja sama tersebut melalui kanal resminya pada 29 Oktober 2026.
Wadah koordinasi lintas lembaga
Tangguh+ dirancang sebagai wadah koordinasi pemerintah, rumah sakit, universitas, lembaga penelitian, industri dan mitra internasional. Menurut Kemenkes, kerja sama diarahkan agar penguatan sistem kesehatan selaras dengan prioritas transformasi kesehatan nasional.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa kemitraan perlu diwujudkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta ketahanan dalam menghadapi ancaman kesehatan.
Kelanjutan kesepakatan bilateral
Kolaborasi kedua negara memiliki dasar nota kesepahaman yang ditandatangani pada 20 Mei 2025. Ruang lingkupnya mencakup pelayanan kesehatan, pengawasan penyakit, sains dan inovasi kesehatan, tenaga kesehatan, penelitian klinis, serta kesehatan digital.
Peluncuran Tangguh+ menampilkan sejumlah inisiatif, termasuk UK–Indonesia Digital Health Programme, ASEAN–UK Health Security Partnership, penguatan International Health Regulations melalui UK Health Security Agency, dan kolaborasi riset kanker.
Kemenkes berharap platform itu memperkuat koordinasi kerja sama sehingga pengembangan sistem layanan kesehatan dan penelitian dapat menghasilkan manfaat berkelanjutan. Dampak konkret pelaksanaan program tetap memerlukan evaluasi dalam tahap berikutnya.
Sumber informasi: Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, publikasi 29 Oktober 2026 tentang kegiatan 13 Oktober 2026.
Gambar ilustrasi tenaga medis: Piron Guillaume/Unsplash; bukan dokumentasi peluncuran Tangguh+.






