BANDA ACEH — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyalurkan dukungan sarana produksi bernilai Rp2,6 miliar untuk membantu pemulihan usaha mikro dan kecil yang terdampak bencana di Aceh pada 2026.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menyampaikan bahwa bantuan disusun berdasarkan kebutuhan pelaku usaha yang dipetakan bersama dinas terkait di Aceh, seperti diberitakan ANTARA pada Rabu (4/11/2026).
Peralatan disalurkan ke sejumlah kabupaten
Program tersebut mencakup enam mesin distilasi: satu untuk Aceh Besar, dua untuk Aceh Tamiang, serta masing-masing satu untuk Aceh Utara, Aceh Selatan, dan Gayo Lues.
Lima mesin produksi bata ringan juga dialokasikan, yaitu tiga unit ke Aceh Tamiang dan dua unit ke Aceh Utara. Pemerintah turut mendukung revitalisasi satu rumah produksi bersama komoditas nilam di Aceh Tamiang.
Pemanfaatan bantuan perlu didampingi
Kementerian UMKM meminta pemerintah daerah memperhatikan kesiapan tempat produksi, tenaga pengelola, serta kebutuhan dasar seperti listrik dan air. Dengan demikian, peralatan diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan, bukan hanya diserahterimakan.
Pelaku UMKM juga memperoleh dukungan konsultasi produksi, pembiayaan, dan pemasaran melalui tenaga pendamping di Klinik UMKM. Dampak bantuan terhadap keberlangsungan usaha masih memerlukan pemantauan setelah peralatan digunakan.
Sumber informasi: ANTARA, 4 November 2026. Foto utama: ilustrasi proses produksi skala kecil dari Wikimedia Commons (CC0), bukan dokumentasi penyaluran alat di Aceh. Editor: Azlan Shah.






