BANDA ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memantau sebanyak 51 titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Provinsi Aceh pada Kamis, 23 Juli 2026. Keberadaan titik panas tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kebakaran hutan dan lahan.
Prakirawan BMKG Aceh, Dedi Ardana, mengatakan perhatian khusus diberikan terhadap wilayah Kabupaten Pidie. Kondisi udara yang relatif panas diperkirakan masih berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga dapat memudahkan munculnya kebakaran apabila terdapat aktivitas pembakaran di lahan terbuka.
Masyarakat yang membersihkan kebun atau lahan pertanian diminta tidak menggunakan api secara sembarangan. Api yang terlihat kecil dapat dengan cepat menyebar ketika bertemu rumput kering, semak, ranting, atau material lain yang mudah terbakar.
Selain menyampaikan informasi mengenai titik panas, BMKG juga memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh. Sabang, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, serta kawasan pesisir utara dan timur Aceh diperkirakan mengalami cuaca berawan hingga cerah berawan.
Hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di Gayo Lues dan Aceh Tenggara pada sore atau malam hari. Hujan lokal juga diperkirakan terjadi di wilayah pesisir barat dan selatan, termasuk Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.
Sementara itu, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, serta sebagian wilayah Aceh Besar diperkirakan mengalami kondisi cerah hingga cerah berawan. Arah angin umumnya bergerak dari tenggara menuju timur laut dengan kecepatan sekitar 5 sampai 20 kilometer per jam.
Suhu udara rata-rata di Aceh berada pada kisaran 23 hingga 32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan diperkirakan berada antara 60 hingga 95 persen. Untuk wilayah dataran tinggi atau bagian tengah Aceh, suhu udara berkisar antara 23 hingga 27 derajat Celsius dengan kondisi berawan hingga berawan tebal.
BMKG juga menyampaikan prakiraan cuaca untuk wilayah perairan. Tinggi gelombang di perairan utara dan timur Aceh diperkirakan berkisar 0,5 hingga 1 meter. Perairan barat, selatan, dan sekitar Sabang diperkirakan memiliki gelombang antara 0,5 hingga 1,5 meter.
Gelombang yang melebihi 1,5 meter masih berpotensi terjadi di perairan selatan Aceh dan bagian utara Sabang. Nelayan dan pengguna kapal berukuran kecil perlu memperhatikan pembaruan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Pemantauan titik panas tidak selalu berarti telah terjadi kebakaran besar. Namun, informasi tersebut dapat digunakan sebagai peringatan awal untuk melakukan pemeriksaan lapangan dan mencegah api meluas.
Pemerintah kabupaten, aparat gampong, petugas kebencanaan, dan masyarakat diharapkan memperkuat pemantauan pada kawasan perkebunan, lahan kosong, dan wilayah yang memiliki riwayat kebakaran. Masyarakat juga diminta segera melapor kepada petugas apabila melihat asap atau api di kawasan terbuka.






