PIDIE JAYA — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, meninjau kondisi tanggul sungai yang terdampak banjir susulan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Peninjauan pada Selasa (3/11/2026) mencakup kawasan Alue Keutapang, tanggul Krueng Meureudu di Desa Dayah Usen, serta lahan pertanian di Desa Beuringen. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memeriksa kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan berikutnya.
Sedimentasi menjadi perhatian
Menurut keterangan yang dilaporkan ANTARA pada Rabu (4/11), banjir berulang turut mengganggu proses pemulihan infrastruktur dan permukiman. Sejumlah ruas jalan serta jembatan yang telah diperbaiki disebut kembali terdampak.
Satgas PRR mencatat sedimentasi pada 137 sungai yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah menilai pembangunan tanggul dan pengerukan alur sungai menjadi bagian dari kebutuhan penanganan di lokasi terdampak.
Bantuan untuk warga terdampak
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyerahkan satu kendaraan penyedia air multifungsi, sembilan pompa air bagi wilayah Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Utara, serta bantuan tunai masing-masing Rp200 juta untuk Desa Dayah Usen dan Alue Keutapang.
Bantuan kebutuhan pokok juga disalurkan. Penanganan fisik sungai masih perlu disesuaikan dengan kondisi setiap titik serta risiko banjir susulan yang dihadapi warga.
Sumber informasi: ANTARA, 4 November 2026. Foto utama: ilustrasi banjir oleh Chris Gallagher/Unsplash, bukan dokumentasi Pidie Jaya. Editor: Azlan Shah.





