BINTAN – Bintan Resorts Night Parade 2026 dijadwalkan memasuki malam terakhir penyelenggaraan pada Senin, 10 Agustus 2026 di Atrium Plaza Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Parade malam ini mengangkat tema Tropical Lagoon sebagai penutup dari empat tema yang ditampilkan sejak acara dimulai pada 7 Agustus.
Bintan Resorts menyiapkan sekitar 200 kostum tematik dalam festival tersebut. Parade berlangsung setiap malam mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB dan dapat disaksikan masyarakat maupun wisatawan tanpa biaya masuk.
Konsep yang digunakan berbeda setiap hari. Hari pertama menghadirkan tema Safari Lagoon yang mengambil inspirasi dari fauna Asia. Hari kedua dilanjutkan dengan Asia’s Heritage, kemudian Future Bintan pada hari ketiga yang memadukan nuansa tropis dengan pencahayaan LED dan neon. Malam terakhir dijadwalkan ditutup dengan Tropical Lagoon yang mengangkat elemen bunga-bunga Asia.
Aktivitas di kawasan Plaza Lagoi tidak hanya berlangsung saat parade dimulai. Sejak siang, pengunjung dapat menikmati bazar kuliner, fesyen, kerajinan tangan dan sejumlah aktivitas hiburan. Penyelenggara menyebut lebih dari 27 gerai usaha telah dikurasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Keberadaan bazar membuat festival memiliki dimensi ekonomi yang lebih luas dibandingkan sekadar pertunjukan kostum. Arus pengunjung dapat menciptakan transaksi bagi pelaku makanan dan minuman, kerajinan, fesyen maupun usaha pendukung pariwisata yang berada di kawasan Bintan Resorts.
Bintan selama ini memiliki kekuatan utama pada wisata pantai, resor dan aktivitas rekreasi pada siang hari. Penambahan atraksi malam dapat membantu memperpanjang waktu aktivitas wisatawan setelah mereka selesai berwisata di pantai, bermain golf atau mengunjungi destinasi lain di pulau tersebut. Penyelenggara memang menempatkan Night Parade sebagai salah satu alternatif hiburan malam bagi pengunjung Bintan.
Apabila mampu dikembangkan secara konsisten, kegiatan semacam ini berpotensi memperkuat kalender event Kepulauan Riau sekaligus memberi alasan tambahan bagi wisatawan untuk memperpanjang masa tinggal. Dampaknya tidak hanya dapat dinikmati pengelola destinasi, tetapi juga UMKM dan usaha lokal yang terhubung dengan aktivitas wisata.






