SIMALUNGUN, Sabtu, 18 April 2026, 19.00 WIB — Pemerintah Kabupaten Simalungun menggelar puncak peringatan Hari Jadi ke-193 Daerah Simalungun pada Sabtu di halaman Kantor Bupati, Pamatang Raya. Agenda ini dirancang sebagai pesta rakyat yang memadukan hiburan, ragam budaya, dan penguatan identitas daerah bagi warga.
Bagi masyarakat Simalungun, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan. Pemerintah kabupaten menempatkannya sebagai ruang temu antara sejarah, budaya, dan kebersamaan warga. Karena itu, rangkaian kegiatan tidak hanya berisi panggung hiburan, tetapi juga terkait penghormatan terhadap leluhur serta peneguhan nilai budaya lokal.
Informasi resmi pemerintah daerah menyebut puncak perayaan berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026, di Pamatang Raya. Rangkaian hari jadi sebelumnya juga diisi ziarah ke sejumlah makam raja dan situs bersejarah yang menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Simalungun. Di sisi lain, laporan ANTARA menyebut pesta rakyat ini menghadirkan artis ibu kota dan sejumlah penampil lokal.
Pelaksana tugas Kadis Kominfo Kabupaten Simalungun, Akbar Putra Siregar, menegaskan kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-193 Daerah Simalungun Tahun 2026. Sementara Bupati Simalungun dalam kanal resmi pemerintah daerah menyatakan, “Puncak perayaan hari jadi kita rencanakan pada tanggal 18 April 2026 dengan panggung hiburan,” yang dimaknai sebagai refleksi atas akar sejarah dan identitas budaya daerah.
Dampak paling langsung dari agenda ini dirasakan warga pelaku UMKM, pedagang kecil, pelaku seni, hingga komunitas budaya lokal. Kegiatan yang terpusat di halaman Kantor Bupati berpotensi meningkatkan keramaian ekonomi lokal, sekaligus membuka ruang promosi budaya Simalungun kepada generasi muda.
Dari sisi historis, peringatan tahun ini menekankan hubungan antara generasi kini dan warisan masa lampau. Pemerintah daerah menyebutkan rangkaian ziarah ke makam Raja Marpitu sebagai bagian dari penghormatan terhadap pendahulu. Artinya, puncak acara hari ini berdiri di atas rangkaian kegiatan yang sudah disiapkan beberapa hari sebelumnya.
Agenda berikutnya adalah memastikan perayaan berlangsung tertib, aman, dan inklusif bagi warga yang hadir. Pemerintah daerah diharapkan tetap mengatur arus masuk kawasan kegiatan, kebersihan, serta kenyamanan pengunjung agar momentum budaya ini benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat luas.






