Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner
Bisnis  

Perbedaan Antara Volatilitas Saham dan Volatilitas Pasar

Volatilitas tinggi berarti pergerakan harga besar, menawarkan peluang keuntungan sekaligus risiko tinggi.

Perbedaan Antara Volatilitas Saham dan Volatilitas Pasar (*/Istimewa)
Perbedaan Antara Volatilitas Saham dan Volatilitas Pasar (*/Istimewa)

Gema Sumatra, BISNIS – Volatilitas mencerminkan pergerakan naik turunnya dari sebuah aset investasi. Lebih teknisnya, istilah ini digunakan untuk pengukuran seberapa konsisten performa sebuah investasi dibandingkan rerata pasar. Disinilah perbandingan antara volatilitas saham dan volatilitas pasar diterapkan. Dimana perbandingan ini bermanfaat untuk mengukur volume trading harian dan minat pasar dalam satu jangka waktu tertentu.

Apakah Volatilitas Baik Atau Buruk

Volatilitas seringkali mendapat banyak pandangan buruk, dimana bisa dimengerti alasannya. Karena dengan tingginya perubahan harga seringkali bisa menakutkan investor, terutama bagi pemula. Dan saat Anda mulai mendengar bagaimana sebuah pasar dengan volatilitas tinggi, biasanya ahli akan memperingatkan tentang index pelopor yang turun secara drastis. Misalnya saat pandemi COVID 19 kemarin. Dimana tingginya kenaikan saham sepanjang sejarah IHSG yang menyentuh angka 6.000 turun drastis ke angka 3900 pada 24 Maret 2020 lalu.

Namun volatilitas juga ada sisi baiknya. Kadangkala peningkatan signifikan terjadi, dan bukannya penurunan dalam harga pasar. Dan jika Anda melakukan investasi disini, Anda bisa untung dalam jumlah besar. Sebaliknya saat harga jatuh, akan ada masa dimana kesempatan yang terbuka untuk Anda melakukan pembelian, sampai harga kembali naik. Dimana hal ini seringkali terjadi setelah penurunan harga.

Kenyataannya, tingkat normal dari volatilitas pasar bisa jadi buruk dan juga baik disisi lainnya. Sebagai investor, Anda hanya perlu memastikan uang Anda untuk diinvestasikan ke aset yang tepat dengan prinsip membeli dengan harga rendah dan menjual saat harga aset tersebut meningkat.

Volatilitas Pasar

Anda bisa melihat kembali bagaimana harga pasar bergerak dari bulan ke bulan, hari ke hari bahkan dalam hitungan menit untuk membaca tingkat volatilitasnya. Ahli biasanya fokus pada pengembalian bulanan dari index di IHSG dan menghitung berapa banyak keuntungan setiap bulan, dibandingkan dengan rerata keuntungan bulanan sepanjang tahun. Perbedaan ini disebut standar deviasi, dimana digunakan dalam perhitungan volatilitas.

Cara lainnya adalah dengan fokus pada pergerakan harga harian. Perubahan besar ada pada index IHSG dimana bisa sampai mendekati 0,66% pergerakan harian. Dan ahli seringkali melihat berapa hari index utama yang mengalami pergerakan dalam periode tertentu sebagai basis perhitungan volatilitas pasar. Contohnya saat LQ45 bergerak 1% atau lebih dalam 52 hari sepanjang tahun. Lebih besar dari ini berarti volatilitas sedang tinggi.

Semua cara diatas dicerminkan dari volatilitas sebelumnya. Jika Anda ingin melihat masa depan, implied volatility bisa dihitung berdasarkan aksi beli dan jual untuk memprediksi tingkat volatilitas dalam 30 hari ke depan. Saat index ini meningkat, maka volatilitas kemungkinan juga akan tinggi.

Volatilitas Saham

Volatilitas saham dihitung berdasarkan standar deviasi dari perubahan harga saham dibandingkan dengan nominal harga dalam satu waktu, atau dihitung berdasarkan variasi dari perubahan harga saham dalam satu patokan, contohnya pada index pasar LQ45. Investor bisa melihat korelasi dari saham dibandingkan dengan patokannya, dan jika nilainya lebih besar dibandingkan saham index, maka tingkat volatilitasnya lebih tinggi. Volatilitas saham bisa dihitung dengan ukuran sebuah saham dan pergerakan naik turunnya harga dalam satu periode waktu perdagangan.

Saat volatilitas tinggi berarti harga saham akan memiliki kecenderungan untuk naik turun lebih besar dibandingkan saham dengan tingkat volatilitas yang rendah. Sebagai seorang investor, Anda bisa menggunakan ini sebagai konsep investasi yang penting. Saham yang bergerak lebih lebar bisa memberikan peluang keuntungan yang lebih besar, namun juga ada potensi resiko yang tinggi. Dengan kata lain, volatilitas bisa jadi perhitungan dalam hal resiko dalam segi investasi.

Perbedaan Volatilitas Saham dan Pasar

Penekanan akan perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari model perhitungan volatilitas. Standar deviasi yang digunakan dalam volatilitas saham adalah sebuah aset saham saja. Sedangkan volatilitas pasar biasa melihat index sebagai acuan dalam merefleksikan pasar.

Keduanya memainkan peranan penting bagi Anda sebagai seorang investor dalam menentukan pasar untuk Anda pilih sebagai bagian dalam portofolio Anda. Tergantung dari pilihan resiko dan keuntungan dalam strategi trading yang Anda terapkan. Tingkat volatilitas tinggi berarti memiliki potensi keuntungan dan faktor resiko yang juga tinggi. Disini Anda dihadapkan pada dilema untuk mengimbangi keduanya sesuai dengan profil resiko yang bisa Anda tanggung.

FAQ: Volatilitas Saham

Apa itu volatilitas saham?

Volatilitas saham adalah ukuran naik-turunnya harga saham berdasarkan standar deviasi dibandingkan harga nominal atau indeks pasar (misalnya, LQ45). Volatilitas tinggi berarti pergerakan harga besar, menawarkan peluang keuntungan sekaligus risiko tinggi.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi volatilitas harga saham?

1. Kondisi pasar: Perubahan indeks pasar (misalnya, IHSG) akibat sentimen investor atau krisis (contoh: pandemi COVID-19).
2. Kinerja perusahaan: Laporan keuangan, laba, atau skandal perusahaan memengaruhi harga saham.
3. Berita ekonomi: Kebijakan moneter, suku bunga, atau inflasi/deflasi memicu fluktuasi.
4. Volume perdagangan: Tingginya aktivitas beli/jual meningkatkan volatilitas.
5. Sentimen pasar: Spekulasi atau tren media sosial dapat mendorong pergerakan harga saham.

Apa perbedaan utama antara volatilitas saham dan volatilitas pasar?

Volatilitas saham mengukur naik-turunnya harga satu saham berdasarkan standar deviasi dibandingkan harga nominal atau indeks seperti LQ45. Volatilitas pasar melihat pergerakan indeks pasar secara keseluruhan, seperti IHSG, untuk mencerminkan fluktuasi pasar dalam periode tertentu.

Bagaimana cara mengukur volatilitas pasar?

Volatilitas pasar diukur dengan standar deviasi pengembalian bulanan indeks IHSG dibandingkan rata-rata tahunan, atau pergerakan harian indeks (misalnya, LQ45 bergerak 1% atau lebih dalam 52 hari setahun). Implied volatility juga digunakan untuk memprediksi pergerakan 30 hari ke depan.

Bagaimana volatilitas memengaruhi keputusan investasi?

Volatilitas saham dan pasar membantu investor menentukan aset untuk portofolio mereka. Volatilitas tinggi cocok untuk strategi berisiko tinggi dengan potensi keuntungan besar, sementara volatilitas rendah lebih aman untuk investor konservatif yang ingin meminimalkan risiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *