GEMASUMATRA.COM – Kereta api perintis Cut Meutia masih menjadi salah satu moda transportasi murah dan favorit warga di Aceh. Dengan tarif hanya Rp2.000 sekali perjalanan, layanan kereta ini mampu menarik perhatian pelajar, pekerja, hingga keluarga yang membutuhkan transportasi terjangkau.
Kereta Cut Meutia melayani rute Krueng Geukueh – Kutablang dengan panjang jalur sekitar 11 kilometer. Setiap hari tersedia empat kali perjalanan pulang-pergi, yang dioperasikan dengan dukungan subsidi dari pemerintah.
Bagi sebagian warga, Cut Meutia tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai hiburan murah. Banyak keluarga yang sengaja membawa anak-anak mereka untuk menikmati pengalaman naik kereta api, mengingat jalur rel di Aceh terbilang terbatas.
Seorang penumpang asal Lhokseumawe mengaku rutin menggunakan kereta ini untuk bepergian ke tempat kerja karena lebih hemat dibandingkan transportasi darat lainnya. Selain itu, kehadiran kereta ini juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya.
Kereta Cut Meutia pertama kali dioperasikan pada tahun 2013 sebagai bagian dari proyek kebangkitan perkeretaapian di Aceh. Nama Cut Meutia sendiri diambil dari pahlawan nasional asal Aceh yang dikenal gigih melawan penjajah Belanda.
Meski skalanya masih kecil, layanan ini menjadi simbol kebangkitan transportasi rel di Aceh. Pemerintah daerah berharap keberadaan kereta ini bisa menjadi awal dari pengembangan jalur kereta api yang lebih luas di masa depan, termasuk rencana konektivitas antarwilayah di Sumatra.






