Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Breakwater Palak Kerambil Abdya Mulai Dikerjakan 1,8 Km

Tahan abrasi pesisir Susoh; lindungi rumah warga dan TPI

Ilustrasi breakwater yang ada di Indonesia
Ilustrasi breakwater yang ada di Indonesia

[BLANGPIDIE, Aceh Barat Daya], Jumat, 3 Oktober 2025, WIB — Pembangunan tanggul pemecah ombak (breakwater) sepanjang 1,8 km di pesisir Kedai Palak Kerambil, Susoh, Aceh Barat Daya, resmi dimulai. Alat berat sudah beroperasi di lokasi untuk tahap awal konstruksi.

Anggota DPRK Abdya Zulkarnaini menyebut pekerjaan dilakukan bertahap dengan sumber pendanaan APBN 2025. Proyek diarahkan melindungi kawasan pesisir yang kerap diterjang ombak besar dan menyebabkan kerusakan rumah warga.

Menurut keterangan setempat, target lintasan tanggul membentang dari sekitar muara Kuala Cangkoi hingga kawasan Kedai Susoh. Tahap perencanaan (DED) telah disiapkan sebelumnya agar pembangunan tepat sesuai kondisi pantai setempat.

Baca Juga:  Muhammadiyah Abdya Salurkan Santunan Yatim dari Hasil Kebun Sawit

Zulkarnaini, Anggota DPRK Abdya: “Setelah penantian panjang, tanggul mulai dikerjakan. Harapannya, abrasi bisa ditekan dan warga kembali merasa aman.”

Dampak bagi warga: perlindungan permukiman dan fasilitas perikanan (TPI) dari abrasi; peluang pemulihan ekonomi pesisir (ikan segar, wisata pantai) bila garis pantai stabil. Saat konstruksi, warga diimbau berhati-hati di area kerja.

Baca Juga:  18 Ribu Ayam Mati akibat Listrik Padam di Abdya

Riwayat: Abrasi besar 2022 merusak puluhan rumah di Kedai Palak Kerambil. Proyek ini semula ditargetkan jalan 2023, namun tertunda penganggaran; kini berjalan melalui alokasi 2025.

Langkah lanjut: Pemerintah daerah mengawal keselamatan kerja, dampak lingkungan, serta memastikan desain tidak terlalu dekat permukiman guna menjaga ruang publik pantai. Evaluasi bertahap dilakukan hingga 1,8 km tuntas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *