[BLANGPIDIE, ACEH BARAT DAYA], Sabtu, 4 Oktober 2025, WIB — Pemadaman listrik tiga hari di Aceh menyebabkan 18 ribu ayam broiler milik peternak di Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya, mati massal. Kerugian ditaksir sekitar Rp 800 juta. PLN menyebut sistem kelistrikan Aceh telah pulih per 2 Oktober 2025.
Pemilik kandang close house di Gampong Blang Raja melaporkan ayam mati dalam waktu singkat saat genset cadangan berhenti beroperasi. Insiden terjadi di tengah pemulihan pasokan listrik provinsi pascagangguan beberapa hari terakhir.
Kerugian dihitung berdasarkan bobot ayam siap panen sekitar 36 ton dengan harga pasar Rp 25.000 per kilogram. Selain kehilangan produksi, peternak menanggung biaya pemusnahan bangkai dan potensi kerusakan peralatan kandang.
Muhammad Hatta, peternak broiler di Babahrot: “Hanya 30 menit setelah genset mati, ayam langsung bergelimpangan. Kandang kami sangat bergantung pada blower listrik.”
Dampaknya berpotensi mengganggu pasokan ayam di tingkat pengecer lokal dan menaikkan biaya produksi peternak kecil yang belum memiliki genset berkapasitas memadai. Dinas terkait diminta melakukan pendataan kerugian serta pendampingan manajemen risiko.
Sebagai latar, PLN menyatakan sistem kelistrikan Aceh kembali normal 100% pada Kamis, 2 Oktober 2025 pukul 00.07 WIB, dan melakukan evaluasi untuk memperkuat transmisi guna mencegah kejadian serupa.
Langkah lanjut: Peternak berencana mengajukan klaim/kompensasi kepada pihak terkait [Menunggu verifikasi]. Pemkab Abdya dan PLN diminta memfasilitasi mediasi serta pelatihan kesiapsiagaan peralatan cadangan bagi sentra ternak.





