[BANDA ACEH/ACEH], Rabu, 22 Oktober 2025, WIB — Pemerintah pusat melalui Kementerian PPN/Bappenas menurunkan tim untuk meninjau lokasi rencana terowongan Paro–Kulu–Geurutee di barat Aceh. Kunjungan pada Senin, 20 Oktober 2025, ini menjadi tindak lanjut usulan Gubernur Aceh dan sinyal penguatan konektivitas lintas barat–selatan provinsi.
Peninjauan di Gunung Paro, Kulu, dan Geurutee dikonfirmasi Dinas PUPR Aceh. Pemerintah menyatakan komitmen melaksanakan pembangunan terowongan di Geurutee serta perbaikan geometrik ruas Paro dan Kulu secara paralel. Secara teknis, desain ditujukan meningkatkan keselamatan dan menekan ongkos logistik di koridor Banda Aceh–Aceh Jaya.
Mawardi, Kepala Dinas PUPR Aceh — ‘Sekembali dari kunjungan, tim menyiapkan langkah percepatan. Dalam waktu dekat melalui Kementerian PUPR akan dilaksanakan kajian teknis percepatan pembangunan terowongan dan perbaikan geometrik.’
Dampak langsung bagi warga dan pelaku usaha: waktu tempuh ruas Paro–Kulu yang selama ini sekitar 13 km diproyeksikan turun menjadi sekitar 6 km; segmen Geurutee dari lebih 8 km menjadi kira-kira 2,7 km. Pemangkasan jarak ini diharapkan memperlancar mobilitas barang/jasa, meningkatkan keselamatan pada tanjakan–turunan curam, dan memperkuat akses UMKM pesisir barat.
Di sisi keselamatan, kawasan Paro–Kulu–Geurutee dikenal berisiko tinggi akibat geometri jalan dan cuaca. Terowongan diposisikan sebagai solusi permanen yang melengkapi program peningkatan jalan eksisting. Pemerintah Aceh juga menyiapkan skema koordinasi pembiayaan bersama pusat, termasuk opsi KPBU, sambil menunggu hasil kajian rinci.
Tahap berikutnya meliputi finalisasi studi teknis, penetapan trase, analisis dampak lingkungan, dan konsultasi pembiayaan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di Aceh Besar–Aceh Jaya mendukung proses penyiapan lahan dan menjaga aktivitas lalu lintas selama pekerjaan persiapan.






