Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Karhutla Muncul di Siak, BNPB Laporkan 0,25 Hektare Terbakar

Pemadaman dilakukan operasi darat, warga diminta meningkatkan kewaspadaan

karhutla Siak Riau (RDNE Stock project)
karhutla Siak Riau (RDNE Stock project)

[KABUPATEN SIAK], Minggu, 18 Januari 2026, 09.12 WIB — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di Kabupaten Siak, Riau, meski sejumlah wilayah masih berada dalam musim hujan. BNPB menyebut luas lahan terbakar di Siak tercatat 0,25 hektare pada periode 1–16 Januari 2026, dan penanganan dilakukan melalui operasi darat oleh tim gabungan.

Laporan karhutla di Siak muncul bersamaan dengan catatan kebakaran lahan di wilayah lain di Riau pada periode yang sama. Dalam rilis yang dikutip BNPB, BPBD setempat melaporkan karhutla di Riau juga terjadi di Kota Dumai dengan luas 3 hektare. Total luasan yang tercatat dari dua wilayah itu mencapai 3,25 hektare sepanjang periode laporan.

Dari sisi penanganan, operasi darat menjadi langkah utama untuk memadamkan api dan mencegah penjalaran ke area sekitar. Penanganan di lapangan biasanya melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat, relawan, hingga Masyarakat Peduli Api di titik-titik rawan. Upaya pencegahan perlu dipertegas karena karhutla dapat muncul kembali saat kondisi angin, bahan bakar kering, dan lahan terlantar bertemu, meskipun hujan masih turun di beberapa hari tertentu.

Baca Juga:  Banjir Sumatra Belum Ditetapkan sebagai Bencana Nasional

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menekankan tim masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi terdampak pada wilayah-wilayah yang dilaporkan mengalami kebakaran. Dalam konteks Riau, fokusnya adalah menekan kemungkinan meluasnya kebakaran di area rentan, termasuk kawasan gambut serta lahan mineral yang tidak terkelola.

“Tim masih terus berjibaku melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi terdampak,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Baca Juga:  BNPB Kirim Logistik untuk Banjir Aceh Jaya

Bagi warga Siak, kemunculan karhutla berpotensi memicu gangguan kesehatan jika asap meningkat, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita ISPA. Aktivitas luar ruang juga dapat terganggu bila kualitas udara memburuk. Karena itu, warga diminta memantau informasi resmi kualitas udara dan arahan pemerintah daerah, serta mengurangi pembakaran terbuka di kebun maupun pekarangan.

Baca Juga:  Jalan ke Batu Busuk Putus, 235 KK Terdampak

Karhutla di musim hujan juga menjadi pengingat bahwa pencegahan tidak hanya bergantung pada cuaca. Penegakan disiplin pembukaan lahan tanpa bakar, patroli rutin, serta kesiapsiagaan peralatan pemadaman tetap diperlukan, terutama pada area rawan yang memiliki histori kejadian.

Ke depan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah dengan lahan gambut dan kawasan mineral terlantar yang rawan terbakar. Warga diminta segera melapor jika menemukan titik api atau asap mencurigakan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *