BATURAJA, Sabtu, 18 April 2026, 18.45 WIB — Banjir akibat luapan Sungai Ogan pada Jumat malam merendam 1.277 rumah di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, dan berdampak pada 5.295 jiwa. Hingga Sabtu petang tidak dilaporkan korban jiwa, namun warga diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit susulan.
Peristiwa banjir ini memukul aktivitas warga di sejumlah desa dan kelurahan di wilayah OKU. Genangan membuat mobilitas harian, pembersihan rumah, serta akses menuju fasilitas umum terganggu. Pemerintah daerah melalui BPBD mulai melakukan pendataan dan penanganan lapangan, terutama di titik-titik yang terdampak paling berat.
Data sementara yang dihimpun menunjukkan banjir menjangkau sedikitnya 15 desa dan kelurahan. Dari hasil pendataan terakhir, sebanyak 1.277 rumah terendam dan 5.295 jiwa terdampak. Angka ini menjadi dasar untuk penyaluran bantuan serta penentuan kebutuhan darurat di lapangan, terutama untuk keluarga yang rumahnya masih tergenang.
Kepala BPBD OKU Januar Efendi mengatakan, “Berdasarkan hasil pendataan terakhir tercatat sebanyak 1.277 rumah terendam banjir dengan korban terdampak mencapai 5.295 jiwa. Untuk korban jiwa tidak ada.” Pernyataan itu menegaskan bahwa fokus penanganan saat ini berada pada evakuasi terbatas, pendataan, dan pemulihan kebutuhan dasar warga.
Dampak banjir bagi warga tidak hanya berupa kerusakan rumah dan barang, tetapi juga gangguan terhadap pekerjaan harian, aktivitas sekolah, dan layanan lingkungan. Dalam kondisi seperti ini, warga di bantaran sungai dan daerah rendah menjadi kelompok yang paling rentan, terutama bila hujan kembali turun pada malam hari.
Dalam beberapa bulan terakhir, isu banjir juga menjadi perhatian di wilayah OKU. Pemerintah kabupaten sebelumnya telah menyoroti perlunya langkah mitigasi di sejumlah titik rawan genangan. Kondisi banjir kali ini kembali memperlihatkan pentingnya perbaikan drainase, pengendalian aliran air, dan kesiapan respons cepat di daerah rawan.
Langkah selanjutnya, BPBD dan pemerintah kabupaten diperkirakan melanjutkan asesmen dampak, pembersihan lingkungan, serta distribusi bantuan bagi warga terdampak. Warga diimbau mengikuti informasi resmi pemerintah daerah dan tetap siaga, terutama bila tinggi muka air naik kembali atau hujan deras berulang pada malam hingga dini hari.






