BANDARLAMPUNG, Jumat, 13 Maret 2026, 00.24 WIB — Kebijakan nasional angkutan Lebaran 2026 mulai berdampak langsung ke Lampung sebagai pintu masuk utama Pulau Sumatra. Pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga berlaku mulai 13 Maret 2026 pukul 12.00 waktu setempat, sementara kesiapan jalan dan posko mudik dikebut.
Dari sisi kebijakan pusat, Kementerian Perhubungan menyebut pembatasan angkutan barang diberlakukan secara kontinyu hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat di jalan tol maupun non-tol atau arteri. Kebijakan ini penting bagi Lampung karena wilayah ini menjadi simpul lalu lintas pemudik dari Jawa menuju Sumatra melalui jalur penyeberangan dan jalan nasional.
Sementara itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung menyatakan tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah ini sudah di atas 92 persen menjelang arus mudik. BPJN juga menyiapkan 12 posko di sejumlah ruas jalan nasional, lengkap dengan fasilitas istirahat dan kesiapsiagaan alat berat pada titik rawan.
Kepala BPJN Lampung Muhammad Ali Duhari menyatakan kesiapan jalur terus dimatangkan untuk mendukung perjalanan yang lebih aman. Dari sisi kebijakan transportasi, Kemenhub menegaskan pembatasan angkutan barang diterapkan agar kelancaran arus mudik dan arus balik lebih terjaga pada ruas strategis.
Bagi warga Sumatra, terutama pemudik tujuan Lampung, Sumsel, Jambi, Bengkulu, hingga Sumbar, kebijakan ini berarti peluang perjalanan lebih lancar pada koridor utama. Di sisi lain, pelaku logistik harus menyesuaikan jadwal distribusi agar tidak terkena pembatasan, kecuali kendaraan yang masuk kategori pengecualian sesuai aturan pemerintah.
Secara nasional, Lampung memang menjadi salah satu titik paling sensitif dalam musim mudik karena menanggung arus antarpulau. Karena itu, kombinasi pengaturan kendaraan barang, perbaikan jalan, posko, dan pemetaan jalur resmi menjadi penentu apakah lalu lintas menuju Sumatra berlangsung tertib atau justru memicu antrean panjang.
Apa berikutnya? Warga yang hendak mudik diminta memeriksa kondisi kendaraan, memilih jam perjalanan lebih awal, dan memantau informasi resmi jalur mudik sebelum berangkat. Untuk operator logistik, penyesuaian jadwal distribusi menjadi langkah paling aman selama periode pembatasan berlangsung.






