Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner
Bisnis  

Chandra Daya Investasi Bukukan Laba US$127,8 Juta

Tahun perdana pasca-IPO ditutup dengan lonjakan laba dan EBITDA

PT Chandra Daya Investasi Tbk (Bayu Prakosa)
PT Chandra Daya Investasi Tbk (Bayu Prakosa)

JAKARTA, Minggu, 29 Maret 2026 17.30 WIB — PT Chandra Daya Investasi Tbk mencatat laba bersih US$127,8 juta pada tahun buku 2025, naik sekitar 281,7 persen dibandingkan 2024. Di saat yang sama, pendapatan perseroan tumbuh menjadi US$148,03 juta dan EBITDA melonjak ke US$118,75 juta.

Kinerja itu tercermin dalam laporan audit FY2025 yang dirilis 25 Maret 2026. Kontan dan Bloomberg Technoz melaporkan pendapatan CDIA naik 44,77 persen secara tahunan dari US$102,25 juta menjadi US$148,03 juta, sedangkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi US$121,05 juta.

Dari sisi neraca, total aset perseroan pada akhir 2025 mencapai sekitar US$1,74 miliar, dengan liabilitas US$607,90 juta dan ekuitas US$1,14 miliar. EBITDA tercatat US$118,75 juta, jauh di atas level tahun sebelumnya yang sekitar US$30,60 juta.

Baca Juga:  WBSA Mulai Bookbuilding, Investor Pantau Jadwal IPO

Jonathan Kandinata, Direktur Perseroan, menyebut 2025 sebagai “tonggak transformatif” bagi CDI Group setelah menjadi perusahaan terbuka. Ia menegaskan fondasi tahun pertama pasca-IPO akan dipakai untuk ekspansi disiplin, keunggulan operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Bila dilihat dari sumber pendapatan, kontribusi terbesar masih datang dari penjualan daya listrik dan jasa ketenagalistrikan lainnya sebesar US$95,29 juta. Setelah itu, jasa sewa kapal menyumbang US$34,63 juta, disusul penjualan bahan bakar, sewa tangki dan dermaga, jasa angkutan kapal, serta sewa gudang. Struktur ini menunjukkan bisnis energi dan logistik maritim menjadi tulang punggung pertumbuhan perseroan.

Baca Juga:  MSCI: Jadwal Review November & Dampaknya di Sumatra

Sebagai latar belakang, CDI Group tercatat resmi di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2025. Dalam pengembangan operasional, perseroan juga melanjutkan investasi pada logistik maritim, termasuk pembangunan dua kapal kimia berkapasitas 9.000 DWT dan penguatan rantai pasok industri kimia yang diproyeksikan mendukung konektivitas perdagangan regional.

Apa berikutnya, perhatian pasar akan tertuju pada kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan laba di tengah ekspansi proyek infrastruktur dan logistik. Untuk pembaca umum, data yang paling penting saat ini adalah bahwa CDIA menutup tahun perdana pasca-IPO dengan pertumbuhan pendapatan, laba, dan EBITDA yang kuat, sambil tetap menambah kapasitas operasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *